Penelitian Baru Universitas Tohoku Mengklaim: Video Game Mengganggu Perkembangan Otak Anak


Haruskah kita khawatir akan ini atau tetap asik dengan gadget gaming yang kita miliki?

Bagi anda yang tumbuh di era 90-an pasti pernah merasakan begitu tidak sabarnya menantikan akhir pekan, dikarenakan saat itulah dimana kita dapat memainkan video game yang kita miliki, sebab pembatasan waktu bermain yang diberikan oleh orang tua yang hanya mengizinkan bermain video game hanya pada akhir pekan saja, hal Ini terjadi pada banyak orang yang tumbuh besar di era tersebut. namun kini, perangkat video game muncul dalam berbagai bentuk, seperti pada handphone atau tablet bukan lagi konsol yang harus diinstalasi sebelum dimainkan, membuat orang tua lebih sulit memberikan pembatasan waktu bermain video game dari sebelumnya.

Apakah semua waktu yang telah dihabiskan anak untuk bermain game di berbagai platform berpengaruh pada perkembangan otak mereka?? Dari pertanyaan inilah tim peneliti di Universitas Tohoku memulai penelitian mereka. Tim ini telah melakukan monitor ke 240 anak-anak (114 laki-laki dan 126 perempuan) berusia 5-18 selama periode tiga tahun, merekam berapa banyak waktu mereka dihabiskan bermain video game, dan mempelajari perkembangan otak mereka melalui MRI scan.

Setelah tiga tahun, para peneliti mengamati bahwa anak-anak yang bermain video game dalam jangka waktu setiap hari memiliki perkembangan yang lebih lambat dalam fungsi bahasa mereka, bersama dengan dampak negatif pada korteks prefrontal (yang bertanggung jawab untuk fungsi eksekutif), nucleus inti ( yang bertanggung jawab untuk gerakan), dan hippocampus (yang bertanggung jawab untuk memori).

Para peneliti juga melaporkan bahwa video game juga memiliki pengaruh positif pada persepsi spasial anak-anak, dopamin otak mereka diproduksi saat bermain game bertindak seperti obat dan membuat anak-anak kecanduan untuk bermain, yang secara potensial mengurangi efek positifnya. Artinya, apapun yang berlebihan dapat berakibat buruk bagi kita: latihan yang berlebihan dapat membuat kita cidera, terlalu banyak air dapat menenggelamkan anda, dan terlalu banyak bermain game mungkin dapat mempengaruhi otak anda secara negatif juga.

Karenanya, untuk anak-anak, saat dimana otak tengah tumbuh dan berkembang, pembatasan untuk bermain video game sangatlah perlu diperhatikan. Juga penjelasan akan akibat buruk yang dihasilkan karena terlalu banyak bermain game harus disampaikan kepada anak-anak, tak ada salahnya untuk menggunakan kembali gaya 90-an, dimana semua gadget gaming disimpan oleh orang tua saat weekdays atau hari sekolah dan hanya dikeluarkan ketika akhir pekan.





foto: mirror, wikipedia

(ADP)