Akita: Daerah Asal Wanita-wanita Cantik di Jepang


‘Bijin’ yang dalam bahasa Indonesia berarti wanita cantik sering kali membuat para lelaki tercengan ketika melihat kecantikan alami wanita Jepang, banyak orang yang mempercayai bahwa para bijin yang sering kita temukan di media atau tempat lainnya umumnya berasal dari daerah Akita. Karena ini pula, pertanyaan tentang wanita cantik Akita seringkali muncul dipikiran ketika membicarakan prefektur yang terletak di barat laut pulau Honsu tersebut.

Melebihi prefektur lainnya, Akita diyakini memiliki jumlah wanita cantik tertinggi di Jepang. Banyak wanita Akita dikatakan memiliki kulit yang ‘fairer’ (yang dianggap lebih menarik di Jepang) dibandingkan perempuan di daerah lain dari Jepang. Hal ini disebabkan iklim Akita yang menerima siang hari lebih sedikit, sehingga kurang terpapar sinar UV. Selain itu, Akita adalah daerah yang sangat dingin dan bersalju di musim dingin sehingga kebanyakan orang tinggal di rumah yang memiliki pencahayaan sinar matahari yang lebih sedikit. Ada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1960 yang mengungkapkan bahwa tingkat keputihan kulit perempuan dari Akita Bijin hingga 29,6% sedangkan rata-rata pada wanita Jepang adalah 22%. Selain kulit putih, kecantikan khas Akita dikatakan yakni memiliki wajah bulat dengan suara bernada tinggi.

Seorang Akita bijin yang terkenal dalam legenda adalah Ono no Komachi, penyair pada periode Heian awal yang dikatakan sangat cantik. Kecantikannya begitu sempurna sampai kata Komachi telah digunakan dalam arti kecantikan yang feminine. Selain dirinya, terdapat bijiin dari akita yang mungkin kita sering temukan di media saat ini, contohnya adalah adalah Nozomi Sasaki dan Natsuki Kato, yang pada tahun 2010, yang dipilih oleh Prefektur Akita menjadi duta parawisata prefektur tersebut (Akita Bi-no-Kuni Taishi).

Nozomi Sasaki


Natsuki Kato


Komachi Festival


Kota Yuzawa di Prefektur Akita dikenal sebagai tempat kelahiran dari Ono no Komachi. Setiap tahun pada hari Minggu kedua bulan Juni, festival Komachi diadakan di Yuzawa untuk merayakan kelahiran Ono no Komachi. Tujuh wanita don topi ichime-gasa dan kimono untuk menyajikan tujuh puisi Ono no Komachi. Karena topi memiliki kerudung panjang yang melekat pada mereka, sedikit sulit untuk melihat kecantikan perempuan-perempuan tersebut. walaupun begitu, mungkin itu yang menjadi preferensi Jepang untuk kecantikan tradisional yang elegan dan tidak membutuhkan 'pamer'.

Mungkin akan banyak lelaki yang mulai berdatangan ke Akita setelah membaca artikel ini. Secara pribadi, kami belum pernah mengunjungi Akita, belum melihat apakah keyakinan lama tentang Akita tersebut benar. Namun, kecantikan selalu subjektif karena jika anda melihat seorang wanita yang anda anggap cantik itu belum tentu berlaku bagi orang lain, sebagaimana keyakinan tentang kecantikan wanita-wanita Akita mungkin tidak berlaku untuk anda.







foto: jpninfo

(ADP)