Anda Mungkin Aman di Jepang, Tapi itu Tidak Berlaku untuk Payung Anda


Jepang dikenal karena memiliki beberapa kota teraman di dunia, dan cerita-cerita kehilangan barang yang kemudian kembali sudah umum. Namun, ketika negara aman dimana kamera atau smartphone masih bisa ditemukan meski sudah beberapa jam tertinggal, salah satu item yang paling mungkin lenyap adalah payung.

Untuk alasan apapun, payung tampaknya menjadi suatu permainan yang adil di Jepang, dan terdapat kesempatan baik bahwa ketika Anda meninggalkan payung basah berdiri diluar pintu restoran selama anda masuk kedalam, payung itu tidak akan berada di sana ketika Anda keluar, terutama jika hujan deras.

Ini agak mengejutkan, ketika pada pembukaan pada akhir Maret layanan kereta peluru baru untuk Hokkaido di kepulauan utara Jepang, dirayakan dengan layanan pinjaman payung gratis. “Operasi goodwill” dimulai dengan 1.000 payung ditawarkan di enam lokasi di seluruh kota Hakodate, kemudian sisanya di Hokkaido di sepanjang perjalanan rute Tokyo ke Sapporo. Layanan ini diluncurkan oleh Organisasi Promosi Shinkansen Hokkaido, berkaitan dengan Hakodate Chamber of Commerce and Industry.

Payung yang mewakili logo kota. Meskipun mereka ditawarkan sebagai sikap keramahan bagi wisatawan, mereka dapat digunakan oleh siapa saja, dan kembali ke salah satu lokasi. Tentu saja, hanya karena dapat kembali tidak berarti mereka akan. Pada saat liburan Golden Week bulan lalu berakhir, jumlah terbaru menunjukkan hanya 400 yang kembali, berarti 1.100 dari 1.500 yang ditawarkan telah hilang.

Penyelenggara mengumpulkan sekitar selusin payung yang telah ditinggalkan di hotel lokal, tapi sekarang percaya bahwa sebagian besar payung yang hilang di rumah-rumah penduduk setempat. Dengan setiap payung seharga ¥ 400, ini menjadikan masa depan program ini sekarang diragukan.







foto: qz, telegraph

(ADP)