Tokyo Kembali Dipilih Sebagai Kota Paling Layak Dihuni di Dunia, Apakah Tepat?


Majalah gaya hidup bertaraf dunia “Monocle” telah kembali menyatakan bahwa Tokyo adalah kota paling layak huni di dunia, ini merupakan tahun kedua ibukota Jepang tersebut dipilih. Dalam edisinya majalah yang berbasis di Inggris ini mengatakan, “Kota dari 13 juta penduduk ini memelihara keseimbangan efisiensi hi-tech dan nilai-nilai lingkungan tradisional - dan itu merupakan kombinasi yang membuat ibukota Jepang menang di posisi teratas untuk tahun keduanya. Film kami berfokus pada kelezatan malam hari, dari olahraga sunset ke sistem transportasi publik, restoran sampai belanja larut malam.

Monocle menyoroti transportasi tepat waktu, keamanan dan kenyamanan serta kehidupan malam kota di mana toko-toko terbuka hingga larut dan selalu ada pilihan seperti tempat untuk makan dan minum. Majalah ini juga mencatat popularitas olahraga di Tokyo setelah jam kerja.

Meskipun ini adalah perubahan yang mudah diterima dari semua "panduan" menyesatkan yang sering menyatakan Tokyo menjadi salah satu kota yang paling mahal di dunia, berdasarkan kriteria palsu rumah berukuran Amerika di pusat kota Tokyo, standar Monocle ini juga bermasalah. Majalah ini telah lama terobsesi dengan Tokyo. Konten tentang Jepang secara teratur menjadi fitur dalam isu-isu mereka dan bahkan telah menghasilkan buku pedoman sendiri untuk kota tersebut dalam gayanya sendiri.

Monocle pernah memiliki toko pop-up, di Francfranc di Aoyama, sebelum akhirnya membuka sebuah kafe antena di Oedo dan kemudian toko di Tomigaya, yang mungkin paling merangkum demografi pembaca Monocle. Toko tersebut bertempat di gedung yang sama dengan kantor Tokyo untuk Winkreative, para agen kreatif yang bertanggung jawab untuk Monocle.

Tapi itu semua Tokyo milik siapa? Tampaknya itu ditarik dari mimpi seorang hipster yang berputar di sekitar kedai kopi di Nakameguro dan apartemen di Yoyogi-Uehara. Itu adalah dunia yang dihuni oleh orang lajang di bawah 40 tahun dengan pekerjaan di industri kreatif, melainkan keluarga biasa atau orang yang bekerja selama berjam-jam.

Video ini menampilkan kota sebagai yang paling layak ditinggali di dunia tersebut mengungkapkan bahwa hal itu menunjukkan hampir seluruhnya hanya orang-orang muda. Dimana keluarga? Apakah Monocle menyadari betapa sulit dan mahal untuk mendapatkan tempat serta perawatan bagi balita di Tokyo? atau bagaimana orang non-perokok mencari tempat untuk makan dan minum? Justru sebaliknya mereka melihat warga Tokyo hanya bagaimana mereka memenuhi stasiun atau jalan-jalan yang menawan. Kita melihat taksi mengantar orang-orang ke rumah, dan kereta api malam hampir penuh. Kami meragukan apakah mereka di Winkreative juga menaiki JR Jalur Yamanote selama jam sibuk di pagi hari. Itu mungkin akan menjadikan footage yang mereka buat sedikit berbeda.

Semua orang mencintai Tokyo, tapi perlu ada beberapa realisme untuk menjadikan sebuah kota begitu istimewa. Banyak orang takut bahwa Monocle mendorong fantasi Tokyo untuk pria lajang di usia tiga puluhan.











foto: japantimes,explore

(ADP)