Geisha Dan Prostitusi, Apakah Sama?

Banyak orang yang masih belum bisa membedakan geisha dengan pekerja prostitusi. Padahal geisha dan pekerja prostitusi sangatlah berbeda, namun tidak jarang geisha memiliki stigma seperti pekerja prostitusi. Tapi bagi mereka yang tahu betul tentang seluk beluk budaya Jepang pasti tahu betul mengenai Geisha.

Geisha sendiri dalam bahasa Jepang adalah orang seni. Tidak mudah menjadi seorang Geisha, karena mereka harus bertahun-tahun belajar untuk bermain musik, mempelajari aksara, menari, menyanyi, dan lain-lain. Geisha merupakan sebuah ilusi dari kesempurnaan seorang wanita, yang terlatih dalam seni musik, dan tari bahkan seorang Geisha juga harus mampu berbincang tentang politik.

Terjadi penurunan drastis wanita Geisha saat perang dunia II, karena mereka ikut membantu dalam perang. Hingga banyak pelacur yang menyebut diri mereka adalah wanita Geisha untuk tentara militer Amerika, lalu reputasi Geisha tradisional pun hilang. Tetapi menjadi seorang Geisha, mereka masih memiliki pilihan untuk menjadi single atau memiliki rumah tangga, bahkan memiliki anak-anak.

Dalam hal ini yang perlu diingat adalah Geisha merupakan seorang pekerja seni professional, dan tidak menjual tubuh mereka. Berbedahalnya dengan pekerja prostitusi, yang hadir untuk memuaskan hawa nafsu pria. Dan hingga kini Geisha pun menjadi lambang atau ikon di negeri sakura, Jepang.


Foto: Manchester Historian

(Fa)