Apa yang Membedakan Penanganan Kemacetan di Jakarta dan Tokyo?

Selain banjir, seperti yang akhir pekan lalu melanda Jakarta, kemacetan lalu lintas adalah permasalahan yang sudah membutuhkan penanganan serius dan cepat. Hasil survei yang dilakukan Castrol Magnatec Start-Stop mengungkapkan 2 kota besar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya masuk dalam 10 negara dengan tingkat kemacetan paling buruk tahun 2015, dimana Jakarta berada pada peringkat pertama sementara kota-kota di Jepang, termasuk Tokyo yang juga dikenal dengan masalah kemacetannya tidak masuk dalam daftar 10 besar tersebut.

Kemacetan lalu lintas Tokyo pada tahun 1990

Bila Jakarta mulai hari ini resmi memberlakukan kebijakan lalu lintas ganjil genap sebagai kebijakan transisi sebelum berlakunya sistem jalan berbayar yang bertujuan mengurangi kemacetan, bagaimana Tokyo mengatasi masalah kemacetan lalu lintasnya dan apa yang menjadi pembeda dengan Jakarta?

Angkutan Umum yang Memadai

Angkutan umum di Jepang dikenal tertib, bersih dan aman. Pilihan transportasi umumpun beragam mulai dari LRT, MRT dan Taksi. Sedangkan Jakarta sedang dalam proses membenahi angkutan bus trans Jakarta dengan sterilisasi jalur dan penambahan armada, pembangunan sarana dan prasarana MRT dan LRT.

Pemerintah Tokyo sejak beberapa tahun lalu juga terus mendorong penggunaan transportasi publik sehingga kini penggunaan transportasi umum adalah hal biasa bagi semua masyarakat dengan berbagai tingkat ekonomi, sedangkan Ahok beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa saat ini pengguna kendaraan umum masih berkisar 20% dari total populasi.

Meningkatkan Kapasitas Jalan

Tokyo terus meningkatkan kapasitas jalan untuk menampung kendaraan yang lewat dengan pelebaran jalan dan pembangunan jalan layang yang bertumpuk, sedangkan Gubernur Jakarta, Ahok menegaskan, pertumbuhan pembangunan jalan tidak mampu mengimbangi peningkatan jumlah kendaraan di Jakarta.Saat ini diperkirakan jumlah kendaraan yang lalu lalang di Jakarta setiap harinya mencapai 400.000 kendaraan.



image cr altop9

- RaNa