Makna Ungkapan Arigatou Gozaimasu dan Sumimasen Bagi Orang Jepang

Arigatou Gozaimasi sebuah ungkapan kata yang artinya "terima kasih" secara harfiah mengandung arti "Sukar". bagi orang jepang kata tersebut memiliki makna yang dalam jika berpandangan bahwa sedapat-dapatny orang seseorang harus membalas kebaikan yang diberikan orang lain.

mengucapkan Arigatou saja dapat disampaikan kepada orang yang sederajat atau lebih rendah, tapi tidak untuk orang yang punya kedudukan lebih tinggi. Arigatou Gozaimasu bisa diucapkan kepada atasan yang kedengaran lebih sopan bila ditambahkan dengan Doumo menjadi: Doumo Arigatou Gozaimasu (Terima Kasih Banyak).

terkadang mengucapkan kata Doumo saja diantara orang yang sudah akrab atau orang yang dibawah kita untuk menggantikan kata Arigatou. untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan atau kebaikan yang telah dan akan di terima, menggunakan Arigatou Gozaimasu. dan untuk kebaikan atau bantuan yang sudah diterima Arigatou Gozaimashita. Di samping itu, penggunaan kedua bentuk ini dipengaruhi pula oleh perasaan orang yang mengucapkannya. Apabila bentuk biasa arigatou gozaimasu yang digunakan, akan memberikan kesan bahwa kebaikan yang diterima akan mengendap lama dalam hatinya. Bentuk lampau digunakan, misalnya ketika mengembalikan buku seseorang yang dipinjam.

untuk membalas ungkapan tersebut kita bisa mengungkapkan iie, dou ittashimashite (sama-sama atau terima kasih kembali). ucapan iie saja sudah cukup menanggapi ucapan terima kasih yang disampaikan oleh seseorang tapi tidak diucapkan kepada atasan. Ada situasi yang tidak memerlukan balasan ucapan ini, misalnya pegawai toko atau pelayan restoran yang mengucapkan terima kasih kepada pengunjung. Dalam hal ini ucapan iie, dou ittashimashite,tidak diperlukan.


Sumimasen

Kata kerja bentuk kamus dari ungkapan ini adalah sumu (selesai, berakhir, habis) yang berubah ke bentuk negatif Sumimasen. Dalam Koujien [Izuru Shinmura, Iwanami Shoten, 1986], ungkapan ini diartikan sebagai “Suatu hal yang tidak berakhir begitu saja, yang menyebabkan diri sendiri tidak akan tenang karenanya.” Makna yang tersirat di dalamnya adalah “Seseorang tidak merasa dan akan selalu mengenang kebaikan yang diterimanya atau kesalahan yang diperbuatnya.” Tidak diketahui apakah pernyataan tersebut benar-benar dihayati oleh manusia Jepang ataukah hanya sekedar basa-basi saja. Boleh jadi kedua-duanya berlaku.

Meskipun bermakna sedalam itu, dan Bahasa Indonesia dekat terjemahannya pada “Maaf.” Permintaan maaf ini disampaikan kepada orang-orang yang terganggu oleh suatu perbuatan. Atau perasaan bersalah yang muncul dalam hati sendiri sekalipun oraang tersebut tidak merasa terganggu.

sebagai contoh: Fuchuui de hontou ni sumimasen deshita. (Saya mohon maaf atas kecerobohan saya).

Penambahan kata atau partikel Ga di belakang Sumimasen akan memperhalus ungkapan tersebut dan ini digunakan pula untuk menarik perhatian seseorang. Seorang bawahan akan memakai ungkapan ini bila hendak menanyakan sesuatu kepada atasannya. (Sumimasen ga,).

Dalam masyarakat Jepang ucapan Arigatou gozaimasu tidaklah selalu diucapkan pada seseorang yang telah berbuat kebaikan sebagaimana yang berlaku di Indonesia. Hal tersebut tergantung kepada situasi yang mengikutinya. Bahkan bila ungkapan terima kasih digunakan pada kasus tertentu akan dianggap tidak sopan. Jadi ada situasi dimana lebih baik digunakan ungkapaSumimasen [Maaf] ketimbang Arigatou Gozaimasu [Terima kasih].



foto: google

(Ditya)

Related Article