Keirō No Hi: Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia di Jepang

Senin 19 september 2016 adalah hari khusus untuk orang tua di Jepang. Khusus dalam arti bahwa pemerintah benar-benar membuat liburan untuk merayakan dan memberi penghormatan kepada mereka. Orang di seluruh negeri melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka untuk mengunjungi orang tua dan kerabat mereka. Tapi apa sebenarnya "Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia"?

Keirō No Hi (敬老の日) atau Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia adalah hari libur nasional di Jepang yang dulunya diperingati tanggal 15 september, tapi sejak tahun 2003 dipindahkan ke hari senin di minggu ke-3 bulan september mengikuti sistem Happy Monday. "Ini adalah perayaan bijaksana dan wajar, mengingat umur panjang dari Jepang serta tingkat kelahiran yang rendah di negara ini. Hal ini seperti “Hari Kakek“ yang dirayakan di bagian lain dari dunia tetapi jauh lebih serius dan tidak hanya terbatas pada mereka yang memiliki cucu. Tapi Tidak seperti Hari kakek-nenek ', yang Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia tidak hanya terbatas pada mereka yang memiliki cucu.

Menurut data terakhir yang diambil 15 Sept 2016 lalu, jumlah penduduk Jepang yang berusia 65 tahun ke atas adalah 34.610.000 orang, yaitu 27,3% dari jumlah penduduk Jepang.
Dari jumlah tersebut, penduduk yang berusia 100 tahun ke atas adalah 65.692 orang (Sept 2016, MIC Japan & MHLW Japan).

Sejarah

Hari Penghormatan Orang Usia Lanjut berasal dari ide seorang kepala desa bernama Kadowaki Masao dari Distrik Taka, Prefektur Hyogo (sekarang kota Taka) yang mengusulkan "Hari Orang Tua" (Toshiyori no hi). Di desa yang dipimpinnya tanggal 15 September sebagai hari untuk menghormati orang lanjut usia pada 15 September dan kebetulan di pertengahan bulan September merupakan masa sepi dari pekerjaan bertani. Sejak tahun 1950, acara ini meluas ke seluruh Prefektur Hyogo dan selanjutnya dijadikan hari peringatan secara nasional.

Pada tahun 1964, Hari Orang Tua (Toshiyori no hi) diganti namanya menjadi Hari Orang Lanjut Usia (Rōjin no hi) karena istilah "toshiyori" (orang tua) dirasa kurang sopan. Pada tahun 1966, Hari Orang Lanjut Usia dijadikan hari libur setelah berubah nama menjadi Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia (Keirō no hi).



foto: kedutaan Jepang

(Ditya)

Related Article