Jangan Lakukan Ini Saat Makan Sushi!

Di Jepang, sushi secara tradisional dibuat dengan dua bahan penting: neta topping, yang biasanya terbuat dari seafood mentah, dan shari, nasi khusus yang disiapkan dan sebelumnya sudah dibumbui dengan kombinasi garam, gula, cuka. Sementara berbagai jenis sushi adalah temaki (hand-rolled), dan gunkanmaki (warship roll), dan dari semua itu memiliki satu bahan yang umum: yaitu beras.

Secara bergulir kereta sushi di restoran bisa menghindangkan sampai ratusan nasi setiap harinya, sehingga ketika pelanggan melihat sesama pengunjung membuang salah satu bahan yang paling penting dari makanan itu, hal ini pasti akan menjadikan semua pencinta sushi kesal.

Gambar berikut ini memperlihatkan salah satu pengunjung yang meninggalkan nasinya di piring, dan ini foto ini diambil sekitar empat tahun yang lalu. Pelanggan ini hanya duduk dengan acuh.

Di Jepang, anak-anak diajarkan bahwa "setiap butir beras memiliki tujuh dewa keberuntungan," begitu meninggalkan bahkan satu butir di akhir makan maka akan dianggap kasar dan tidak sopan.

Namun yang tampaknya terjadi pada perempuan muda akhir-akhir ini adalah mereka lebih memilih untuk mengurangi karbohidrat yang berasal dari beras, dan lebih memilih untuk memakan toppingnya yang rendah kalori.

Sejak gambar itu disebarkan itu sudah mendapatkan lebih dari 40.000 retweets

"Ini menjijikkan dan membuang-buang sesuatu. Seharusnya mereka malu."

"Selama mereka membayar untuk itu, seharusnya tidak masalah apakah mereka akan memakan nasi itu atau tidak."

"Hal ini sangat tidak sopan untuk para petani Jepang."

"Restoran itu harus membuat hidangan sushi tanpa nasi, tetapi dengan biaya yang sama."

"Kenapa wanita ini tidak membeli sashimi saja dari supermarket dan memakannya dirumah?"

Menurut laporan media di Jepang, dari semua restoran sushi yang terkenal di Jepang, hanya satu yaitu Hamazushi yang menawarkan sashimi pada menu permanen mereka. Mungkin juga sudah waktunya restoran sushi untuk merubah kembali menu mereka.


Foto: rocketnews24

(Fa)