Menjadi Kontroversi Iklan Ini Menimbulkan Kesalahpahaman

Sebuah iklan Jepang yang menunjukkan seorang gadis remaja memakai baju renang dan berubah menjadi belut menjadi perhatian karena sebelumnya ada keluhan yang muncul karena adanya unsur "seksi" dan menyebabkan banyak kesalahpahaman. Video yang berdurasi dua menit itu diproduksi oleh Kota Shibushi, mereka mengatakan video itu dimaksudkan untuk menyoroti komitmen mereka untuk budidaya ikan belut yang berkelanjutan.

Namun setelah tersebar hal ini dituduh sebagai seksisme, dan para netizen juga menyebutkan hal ini adalah "delusi cabul". Meskipun ini bukan iklan Jepang yang pertama yang menggunakan karakter wanita untuk berubah menjadi hewan.

Pada iklan itu, seorang pria yang menarratorkan, membuka iklan itu dengan seorang gadis remaja yang menggunakan pakaian renang yang meminta narrator untuk memberinya makan.

"Aku memilih untuk melakukan apapun yang saya bisa untuknya. Aku akan memberikan dia makanan yang lezat hingga dia kenyang dan memastikan dia dapat tidur di malam hari dengan tenang," Ucap sang narrator.

Beberapa scene yang menampilkan keadaan sisi kota di Jepang yang indah di tambahkan disela-sela gambar.

Dan para penonton selanjutnya akan menyaksikan transformasi gadis itu yang kemudian menjadi tidak bisa mengambil botol karena tangannya yang terlalu licin.

Setelah itu sang gadis berenang ke kolam, berubah menjadi belut, dan mengucapkan "selama tinggal" dilanjut dengan berenang.

Selanjutnya video itu berakhir dengan kalimat, "Kami merawatnya (belut) dengan perhatian" yang muncul di layar.

Viewers dari video itu pun memunculkan beragam respon di sosial media.

"Dari beragam iklan yang berkaitan dengan sexist, yang satu ini dari Jepang mengambil ide belut," ujar salah satu pengguna Twitter.

"Ini membuat kita berpikir gadis itu telah disekap dan dikurung... Ini menimbulkan kesalahpahaman," ujar komentar yang lainnya.

Lalu penjabat setempat yang berasal dari Kota Shibushi memberikan tanggapan, bahwa video ini diciptakan untuk menjelaskan bahwa kota ini terkenal karena pertanian belutnya.



Foto: abc

(Fa)