Kurusewa War, Kolaborasi Tari Tradisional Indonesia dan Para Pemain Internasional

Sutradara teater asal Jepang, Hiroshi Koike akan membuat suatu kisah epik Mahabrata, dengan karakter Pandawa dan Kurawa yang sudah populer di dunia. Dengan Hiroshi Koike Bridge Project (HKBP) yang baru dibentuk empat tahun yang lalu, dia akan menciptakan versinya sendiri atas epos kuno India, yang tentunya bersifat universal sehingga siapa pun yang menonton akan merasa terhubung dengannya.

Hiroshi juga berasmbisi bahwa gubahan akan kisah Mahabharata versinya ini akan menjadi proyek kolaborasi internasional yang akan terus berlanjut selama delapan tahun, dari 2013 hingga 2020.

Sebelumnya HKBP telah mementaskan kisah Mahabharata di Kamboja, India, dan Jepang. Dan pada tahun ini dia akan membawa kisah ini ke Indonesia dengan melibatkan sejumlah penari di Indonesia. Pentas ini akan ditambilkan di seluruh dunia, dan diakhiri bertepatan dengan Olimpiade Tokyo pada tahun 2020.

Tentunya dia juga melibatkan sembilan orang pemain (yang berakting dan menari), dan setiap pemain dapat berperan hingga tiga karakter. Banyak sekali pemain yang akan memerankan para tokoh-tokoh di teater tersebut, diantaranya berasal dari negara Indonesia, Malaysia, Filipina, dan tentunya Jepang.

Para pemain ini pun telah melalui proses audisi yang ketat. Selain itu sutradara sekaligus penulis naskah ini juga mengaku tertarik dengan kolaborasi tari tradisional Indonesia dan kontemporer yang kemudian menjadi suguhan utama dalam pementasan.

Nantinya pementasan ini akan menggunakan lima bahasa pengantar, yaitu Tagalog, Jepang, Indonesia, Inggris, dan Jawa. Namun tetap saja yang menjadi utama dalam penyampaian cerita adalah lewat gerak di atas panggung. Lebih dari itu, ternyata kostum para pemeran juga dirancang oleh desainer fashion asal Yogyakarta yaitu Lulu Lutfi Labibi dan menggunakan topeng buatan seniman Bali, I Made Sutiarka.

Pentas teater yang dinamakan Kurusetra War, akan dipentaskan di Yogyakarta pada 24 dan 25 September dan selanjutnya akan berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta pada 28 dan 29 September 2016.


Foto: cnn

(Fa)