Kepercayaan Orang Jepang Terhadap Hantu dan Dewa (Part 1)

Dunia anime dalam kisahnya, tidak hanya menceritakan tentang percintaan di sekolah atau perkelahian antara geng berkelas di suatu daerah di Jepang. Namun dunia anime juga turut menceritakan kisah-kisah seram, hantu atau dewa. Lalu bagaimana dengan kepercayaan orang Jepang itu sendiri, apakah benar-benar menganggap hantu dan dewa itu ada, atau hanya sekedar hiburan semata?.

Jepang sendiri dalam kepercayaannya menganut agama Shinto atau Hindhu dan Buddha. Namun sering kali Jepang ikut merayakan hari natal, seperti yang agama lain lakukan. Tapi ternyata alasan dibalik mereka merayakan hari tersebut adalah karena mereka (orang Jepang) menyukai suatu perayaan atau festival, dan menganggapnya menarik dan merupakan peluang bisnis yang bagus bagi para usahawan.

Hantu

Dalam Wikipedia, hantu dalam bahasa Jepang adalah Yurei. Yang kemudian terdiri dari dua huruf kanji, ‘yu’ (redup atau samar), dan ‘rei’ (jiwa atau spirit). Yurei sendiri merupakan hantu yang biasanya mati penasaran, yang meninggal secara dibunuh atau pun bunuh diri, dan biasanya mereka meninggal masih dalam keadaan menyimpan dendam, kecemburuan, kebencian, hingga kesedihan. Sehingga dalam hal ini hantu atau yurei adalah hantu yang sangat menyeramkan karena dianggap bisa membunuh manusia.

Jadi, apakah orang Jepang percaya pada hantu?

Ya. Mereka percaya akan hal itu, namun ada juga sebagian orang yang tidak percaya. Banyak film atau anime Jepang yang menunjukkan bahwa yurei akan tetap bergentayangan hingga keinginannya terpenuhi.

Namun jika kamu pernah mendengar festival Obon yang merupakan “festival of the dead”, dimana para keluarga yang masih hidup dan yang sudah meninggal dapat berkumpul untuk makan, minum, dan berbagi kebersamaan, ini bukanlah untuk arwah penasaran atau hantu atau yurei. Festival obon dirayakan untuk mereka yang meninggal dengan baik, dan diperayaan itu dilakukan tarian Awa Odori.

Baca juga: 5 Hal Tentang Festival Obon

"Yurei tidak dapat dihancurkan, tapi yurei harus dipenuhi keinginannya. Itu berarti jika mereka menginginkan sesuatu, maka harus dipenuhi. Itulah alasannya mengapa yurei selalu ada dan menjadi pembunuh dalam kisah hantu di Jepang. Bahkan bencana alam seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, tidaklah menakutkan dibandingkan dengan hantu atau yurei yang marah"

Ada beragam macam yurei di Jepang yang diantaranya:

Onryo

Onryo adalah hantu perempuan yang mati karena kekasihnya atau bunuh diri karena diabaikan sang kekasih. Mereka muncul sebagai yurei untuk melakukan balas dendam, dan biasanya mereka akan menjadi lebih kuat.

Ubume

Wanita yang meninggal saat melahirkan atau dia bergentayangan di dunia manusia hanya untuk memastikan anaknya baik-baik saja. Mereka menjadi yurei karena kekuatan cinta, dan biasanya mereka datang untuk membantu anak mereka saat dibutuhkan dan meninggalkan hadiah untuk anak mereka yang setelah itu berubah menjadi daun-daun kering.


Goryo

Goryo adalah hantu yang paling berbahaya dan penuh dengan dendam, hantu ini disiksa saat hidup dan kembali untuk balas dendam. Mereka bisa menjadi sangat kuat dengan membawa bencana seperti merusak tanaman, membawa api, angina topan, hingga bencana alam.

Funayurei

Funayurei merupakan hantu laut, mereka merupakan pelaut yang mati di lautan. Dan wujud mereka memiliki sisik yang menyelimuti tubuhnya. Mereka senantiasa menenggelamkan kapal di lautan.

Zashiki-warashi

Ini merupakan hantu anak-anak yang mendiamin rumah mewah dan yang terawat dengan baik. Sifat mereka sangat nakal dan suka menjahili orang-orang yang tinggal di rumah tersebut.

Hantu-hantu penggoda

Yaitu hantu laki-laki atau perempuan yang datang kembali ke dunia untuk menggoda manusia.


Foto: buzzfeed, japan-talk

(Fa)