Tata Cara Menghadiri Pemakaman dalam Budaya Jepang

Sering kali kita melihat suatu acara pemakaman dengan cara atau budaya Jepang. Namun untuk menghadirinya sendiri, rasanya sangat aneh apabila kita tidak mengetahui ketentuannya dan cara saat menghadiri prosesi pemakaman. Apalagi Jepang memiliki budaya sendiri yang berbeda dengan budaya negara lain, dan masyarakat Jepang juga turut menjunjung tinggi kebudayaannya sendiri yang sudah mendarah daging.

Di Jepang sendiri, untuk melakukan pemakaman biasanya sesuai dengan keyakinan Buddha, meskipun dalam ritualnya juga mencangkup ritual agama Shinto. Dan berikut adalah beberapa hal yang perlu dilakukan saat menghadiri pemakaman dengan tata cara budaya Jepang.

Pakaian

Pria: Jas hitam, kemeja putih, dan dasi hitam.

Wanita: Gaun hitam atau jas standar.

Apa yang Harus Dibawa?

"Koden", ini merupakan suatu pemberian bela sungkawa yang diberikan dengan memasukkan sejumlah uang ke dalam amplop khusus. Jumlah uang yang biasanya diberikan kepada keluarga yang berduka diantara 5000 yen hingga 30.000 yen, tergantung pada hubungan kalian terhadap almarhum.

Yang Harus Diucapkan

Sekiranya ada dua standar kalimat yang digunakan dalam upacara pemakaman.

このたびはまことにご愁傷さまです。

"Konotabiwa, makotoni goshushosama desu."

(Aku sangat menyesal atas rasa kehilangan anda)


御悔やみもしあげます。

"Okuyami moshiagemasu."

(Terimalah belasungkawa saya)


Para tamu biasanya dipersilahkan untuk duduk, dan kerabatnya akan berada di depan. Nantinya disana akan ada seorang imam Buddhis yang membaca sutra, dan kemudian anggota keluarga almarhum masing-masing akan menawarkan dupa untuk ditaruh di sebuah guci dupa di depan almarhum. Setiap tamu yang hadir akan mendapatkan sebuah bingkisan berupa ucapan terima kasih yang bernilai 1/4 dan 1/2 dari nilai uang yang diberikan untuk kontribusi.


Foto: deepjapan

(Fa)