Choker dan Kaitannya dengan Prostitusi Hingga Menjadi Fashion

Seperti yang sudah ketahui, choker merupakan suatu style fashion yang kini semakin populer. Banyak artis Hollywood dan juga artis Jepang yang mulai menggunakan style fashion tersebut. Choker sendiri merupakan sebuah kalung yang dikenakan pas di leher, yang bisa disebut dengan melilit leher. Choker terbuat dari berbagai bahan, salah satunya adalah beludru, plastik, manik-manik, kulit, logam, perak, hingga emas. Selain itu ada juga yang ditambah dengan liontin untuk mempercantik choker.

Baca Juga: Seleb Jepang Gunakan Choker Dalam Style Fashionnya

Choker dapat digunakan untuk mendukung penampilan. Apalagi jika kamu ingin tampil dengan gaya girly, tomboy, atau pun elegan. Kamu juga bisa menggunakan choker untuk acara informal bahkan formal. Dan itu tinggal bagaimana kamu memadupadankannya.

Awal mula Choker

Sebenarnya choker sendiri sudah ada dari abad ke-19 dan kini kembali dipopulerkan. Membahas tentang masa lalu, ternyata choker memiliki masa lalu yang suram karena ada kaitannya dengan era depresi dan prostitusi. Namun sebelumnya choker digunakan untuk tanda duka cita pada saat Revolusi Perancis yang menimbulkan banyak korban jiwa pada saat itu. Dan choker yang digunakan pada tahun 1798 itu berwarna merah, bukan berwarna hitam seperti saat ini.

Choker dalam Prostitusi

Lalu kemudian pada tahun 1860, choker digunakan sebagai penanda prostitusi. Pada era ini setiap wanita yang mengenakan choker disebut sebagai wanita prostitusi. Hal ini terbukti dari adanya lukisan karya Manet yang berjudul "Olympia" pada tahun 1863.

Dilukisan tersebut terlihat seorang wanita yang merupakan pekerja prostitusi sedang bersender di atas kasurnya. Di telinganya menyisipkan setangkai bunga berwarna merah pucat. Wanita itu mengenakan choker yang diikat pita di lehernya, namun ada sebuah liontin yang mempercantik lehernya.

Sedangkan hal yang lebih ironisnya lagi ternyata kalung choker yang berbentuk seperti renda itu juga melambangkan bahwa mereka termasuk kedalam kaum lesbi. Namun justru kini hal tersebut menjadi style fashion saat ini.

Namun setelah itu choker digunakan untuk para balerina dan para wanita yang fashionable pun mulai menggunakannya hingga kini. Banyak artis-artis yang menggunakannya hingga choker pun semakin populer. Selain itu choker juga memiliki beragam desain dan bentuk yang semakin beragam dan bervariasi.

Kemunculan Choker sebagai Style Fashion

Hal ini terjadi sejak Putri Wales, yaitu Alexandra ingin menutupi luka di lehernya. Kemudian dia menggunakan choker untuk menutupi luka tersebut. Semenjak saat itu banyak orang yang mulai mengenakannya untuk fashion dan disisi lain, hal ini juga beriringan dengan citra prostitusi yang masih melekat hingga kini.

Lalu bagaimana pendapat kalian tentang penggunaan choker? Silahkan isi kolom komentar ya...


(Fa)