Keren Namun Mencekik: Mahalnya Seragam Sekolah di Jepang

Keharusan memakai seragam dilansir didukung karena membuat murid lebih fokus, lebih sedikit resiko bullying yang bisa terjadi karena kesenjangan ekonomi, dan menanamkan kesatuan dan rasa bangga di dalam sekolah.

Tapi ada juga segi kerugiannya dalam keharusan memakai seragam ini: harganya. Seragam sekolah Jepang bukan hanya mendikte blazer model apa, atau rok seperti apa yang boleh dipakai ke sekolah. Banyak sekolah juga mendisain segala-galanya, seragam musim dingin, seragam musim panas, seragam olahraga, bahkan sepatunya pun bisa jadi disain milik sekolah. Lebih unik lagi, bahkan ada penjual tidak resmi yang menjual seragam-seragam sekolah tertentu dengan harga lebih murah. Sudah seperti calo tiket saja. Dilansir dari Asahi Shimbun Digital, banyak orang tua mengaku telah mengeluarkan kirakira 100.000 yen untuk set seragam lengkap (musim dingin, panas, seragam olah raga) yang diwajibkan.

sumber foto: myanimelist

Beban ini begitu berat bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak dengan perbedaan usia yang dekat dan mereka masuk sekolah di tahun yang sama. Yang paling membuat frustrasi adalah sekolah bisa memutuskan atau meng-update disain seragam kapanpun sehingga tahun depan si adik mungkin tidak bisa mengenakan seragam lama si kakak.

Sedikit responden mempelajari strategi untuk berhemat dengan cara membentuk kelompok, lalu ketua kelompok mengumpulkan seragam para alumni yang sudah tidak akan memakai seragam itu lagi, lalu memberinya secara cuma-cuma pada orang tua yang membutuhkan. Paraorang tua berharap sekolah lebih fleksibel soal peraturan seragam ini, misalnya izinkanlah anak memakai polo shirt yang mirip dengan disain sekolah namun bisa jadi polo shirt itu beli di toko lain. Karena baju-baju toko bahkan lebih murah daripada seragam sekolah. (AOZ)