Kereta Jepang Melarang Perempuan Pakai Makeup

Tekanan pekerjaan di Jepang cukup tinggi, kita semua tahu itu. Perempuan diharuskan tampil cantik dan bersinar, tapi pikir dua kali.

Pada isu seksisme terkini di Jepang, Tokyu Corporation, perusahaan kereta swasta, memproduksi video layanan masyarakat yang menyuarakan bahwa tidak sepantasnya wanita menebalkan atau memoles wajahnya dengan make-up di dalam kereta. Tidak lazim kita melihat penumpang wanita bersolek, termasuk melakukan hal-hal yang membutuhkan keadaan stabil, misalnya memakai eye-liner cair dan mengukir alis.

Sumber foto: japantrends


Dalam iklan tersebut, terlihat dua wanita sedang memakai lipstick dan mascara di dalam kereta yang cukup sepi. Lalu seorang aktris tanpa make-up, Sawa Nimura, mengejek: “Wanita di kota besar semuanya cantik. Tapi mereka bisa juga buruk.”

Nimura, yang ceritanya baru datang dari desa, melompat ke hadapan dua wanita itu dan menari dengan cara yang mengkonfrontasi. “Kenapa tidak kamu lakukan sebelum kamu naik kereta?” nyanyinya. “Alismu rapih dan bulu matamu menebal, transformasimu dilihat semua orang.”

Iklan 30 menit itu disertai pesan yang berbunyi: “Mohon tidak bersolek di dalam kereta.”

Walau Jepang memang punya banyak peraturan tingkah laku di dalam kereta, dari jangan memakai tas punggungmu di punggung sampai jangan makan dan berbicara di telepon, yang terakhir ini agak terlalu jauh.

Aku bisa mengerti jika iklan Tokyu menyuruhku berhenti pakai makeup di dalam kereta karena bedak taburku mengenai orang lain atau baunya mengganggu,” ungkap seorang pengguna Twitter, @ryudokaoruko, dilansir dari The Japan Times. Tapi sebuah perusahaan kereta tidak punya hak mengatakan aku terlihat cantik atau buruk.” Tweet ini sudah diretweet sebanyak lebih dari 5.800 kali.

Jika perusahaan itu ingin mengurangi penumpang yang menimbulkan ketidaknyamanan, seharusnya mereka membuat iklan tentang bau badan, atau orang yang beraroma alkohol atau aroma muntah,” tulis @tinasuke. (AOZ)