Gaya Hidup Minimalis "Less is Less" jadi Trend Masyarakat

sumber: reuters.com

Jepang memang selalu berkembang dalam segala aspek, baik itu budaya, tekhnologi, hingga lifestyle. Kali ini perubahan terjadi dari gaya hidup masyarakat di Jepang, terlihat dari minimalisnya ruangan atau tempat tinggal mereka. Adalah Fumio Sasaki yang pertama kali menerapkan gaya hidup tersebut di Jepang.

Hidup minimalis dalam hal ini adalah tinggal di suatu tempat dengan perabotan atau furniture yang disediakan seminim mungkin, “less is less”. Bahkan dalam satu ruangan yang sebesar 4 x 4 meter hanya ada satu atau dua perabotan yang menonjol. Intinya semakin sedikit barang yang digunakan maka barang yang tidak diperlukan pun akan dikurangi dan ini berdampak dalam mengurangi ke kusutan hidup atau kesemerawutan ruangan, dan pada akhirnya menggunakan barang yang memang benar-benar dibutuhkan.

sumber: reuters.com

Mungkin gaya hidup seperti ini juga dipengaruhi oleh estetika Buddhisme Zen tradisional Jepang, sehingga para penganut gaya hidup minimalis ini melawan norma masyarakat yang sangat konsumtif dengan cara dramatis mengurangi barang-barang yang mereka miliki. Dan kini banyak orang Jepang yang mulai menganut gaya hidup minimalis tersebut.

Para penganut gaya hidup minimalis juga beralasan bahwa memiliki barang yang lebih sedikit merupakan sesuatu yang praktis di Jepang yang sering mengalami gempa bumi. Dan alasan mereka menganut gaya hidup tersebut adalah agar mereka dapat membiarkan hal-hal yang betul-betul saya sukai muncul dalam hidupnya.

sumber: reuters.com

Ruangan yang minimalis pastinya didukung oleh barang yang tentunya sedikit, seperti memiliki beberapa kemeja, dua pasang kaos kaki, dua celana, dan lain-lain yang tentunya seminim mungkin disediakan. Gaya minimalis itu sendiri sebenarnya datang dari United States, dan yang paling mencolok adalah Steve Jobs yang menganut gaya hidup minimalis. Jika kalian pernah melihat sebelumnya, Steve Jobs sendiri hanya memiliki beberapa t-shirt yang berwarna sama dalam satu lemari yang tentu ukurannya tidak sebesar yang kita bayangkan.

Tapi tentunya masyarakat yang memiliki aktifitas yang padat cocok untuk mengnut gaya hidup seperti itu. Karena pastinya waktu untuk membersihkan ruangan dan berbelanja pun akan berkurang. Jadi apakah kamu ingin ikut menganut gaya hidup minimalis seperti ini? Jawab di kolom komentar ya.


(Fa)