Fumio Sasaki dengan Gaya Hidup Minimalist

sumber: medialy

Gaya hidup minimalist adalah gaya hidup yang membuat setiap orang yang menganutnya untuk menggunakan barang yang betul-betul digunakannya. Bahkan itu juga berpengaruh dalam properti rumah dan setiap perabotan yang ada. Gaya hidup seperti ini berasal dari negara barat, dan tentunya dengan gaya hidup minimalist masyarakat tidak akan menjadi konsumtif dan lebih bijaksana dalam berbelanja sesuatu.

Baca: Gaya Hidup Minimalist "Less is Less"

Namun gaya hidup minimalist sendiri ternyata sudah menjamur di Jepang. Salah satunya adalah Fumio Sasaki (36) yang menerapkan gaya hidup minimalist pertama kali di Jepang.

Fumio Sasaki tinggal disebuah apartement kecil dengan ukuran 20 meter per kubik. Awalnya tempat yang dia tinggali penuh sesak karena banyak tumpukan buku dan CD di kamarnya. Untuk menempatkan meja dan tempat tidur pun rasanya sudah melegakan sekali karena bisa cukup di apartement-nya. Hingga Fumio pun tersadar dan memulai gaya hidup minimalist.

“Aku tidak membutuhkannya. Aku hanya butuh barang yang penting saja,”


Pada akhirnya Fumio membuang dan menjual barang yang tidak dibutuhkannya tersebut dan mulai memilah sekiranya apa yang paling dia butuhkan. Dan tentu saja itu membutuhkan waktu yang lama, yaitu sekitar 1 tahun untuk Fumio membersihkan apartement-nya.

sumber: reuters.com

Dalam video dari Youtube channel CNA Insider, Fumio menjelaskan bahwa kini di apartement-nya dia hanya memiliki 4 t-shirts, 4 pasang kaus kaki, 3 kemeja, 5 pasang sepatu, dan hanya ada 200 items yang benar-benar dia butuhkan ada di dalam apartement-nya. Mungkin bagi kita ini adalah hal yang tidak biasa, namun bagi Fumio ini merupakan langkah untuk lebih menghargai apa yang dipunya dan tentunya mengurangi budaya konsumtif.

“Yang menjadi keuntungan dari memiliki sedikit barang adalah melebihi rasa untuk memiliki banyak sekali barang, termasuk seperti menghabiskan waktu untuk berbelanja, dan mengurusi barang lainnya. Aku bisa menggunakan waktu yang terbuang itu untuk melakukan apa yang aku suka. Seperti travelling, makan makanan lezat bersama teman, dan aku lebih banyak menikmati kegiatan di luar, aku pergi camping dan mendaki gunung. Aku menghabiskan waktu untuk apa yang aku sukai.”


Awalnya Fumio memang belum tahu mengenai gaya hidup minimalist hingga dia mendapatkannya di Internet. Dia melihat bahwa gaya hidup minimalist ini sering kali digunakan oleh para pekerja yang sering berpergian ke berbagai negara dengan membawa satu ransel. Melihat hal itu Fumio pun menjadi terinspirasi.

Bagaimana? Apakah kamu jadi terinspirasi juga?


(Fa)