Joshiryoku: Sosok Wanita Ideal di Jepang

Joshiryoku: Bagaimana Konsep “Kekuatan Wanita” Dimaknai di Jepang

Pandangan Budaya Tentang Hidup Sebagai Wanita

Girl power. Ini adalah frase yang bernada feminis, lahir dari akhir tahun 80an dan dipromosikan oleh grup penyanyi Spice Girls pada era 90an, dan kata “Girl Power” ini di Barat dimaknai sebagai kemandirian perempuan, kapasitas perempuan untuk mengendalikan hidupnya sendiri. Frasa ini juga hadir untuk mengingatkanmu – bahwa cewek-cewek juga ingin bersenang-senang, tidak harus selalu bersikap anggun seperti sosok perempuan ideal. Namun di Jepang, kata joshiryoku, sering diterjemahkan sebagai ”girl power” disalah artikan dan ditunggangi media untuk menyelimuti konsep “feminitas”, dan jelas mempunyai konotasi berbeda dengan “girl power”.

Sumber Foto: rocketnews24

Joshiryoku takai !” Itulah yang mereka katakan untuk memuji seorang wanita yang menunjukkan tingkat feminitas yang tinggi, misalnya ketika kamu memutuskan untuk pakai stiletto tinggi ke sebuah pesta dan kamu terlihat lihai berjalan dengan stiletto tersebut – kamu memiliki takai level of joshiryoku. Walau setelah pesta berakhir, kakimu luka-luka dan bengkak, hal itu masih merupakan girl power yang hebat, dalam konsep masyarakat Jepang. Begitu juga ketika kamu memberi temanmu kue buatanmu sendiri, atau kamu pandai memasak, kamu menunjukkan tingkat feminitas yang tinggi – dan hal itu dimaknai sebagai kekuatan wanita. Singkat kata, hidup sebagai sosok wanita ideal – itulah joshiryoku.


Sumber foto: youresopretty

Kontras dengan bagian dunia yang berbahasa Inggris, frasa berbahasa Jepang (joshiryoku) ini tidak menggambarkan wanita mandiri, namun berfokus pada kemampuan wanita untuk memperhatikan penampilan mereka dan cukup peka pada perasaan orang-orang di sekitarnya.

Seperti implikasi dari kata yang menjadi perdebatan di Jepang,良妻賢母 (ryosaikenbo), konsep tentang menjadi istri dan ibu yang baik, banyak perempuan harus memilih – lebih tepatnya tidak punya pilihan lain – selain menyerah pada kehidupan karir dan sepenuhnya mengabdi pada kehidupan rumah tangga setelah menikah. Walau saat ini sudah banyak kelonggaran tentang hal ini. Saat ini di Jepang sudah banyak ibu rumah tangga yang juga wanita karir. Bagaimana dengan kamu? Apa makna “girl power” bagimu? (AOZ)