Tren Jaket Acid Wash Musim Gugur

Pada musim gugur 2016 ini, di Jepang kembali bersemi tren mengenakan jaket denim atau lebih dikenal dengan istilah jaket jeans. Bukan jaket jeans biasa, para wanita Jepang menyukai warna-warna pudar, maka jadilah istilah acid wash atau kain berwarna yang dicuci dengan pemutih hingga warnanya pudar.

Warna denim yang netral membuatnya dapat dipadu padankan dengan hampir apa saja. Padukan dengan dress? Bisa. Legging atau stocking super tipis? Keren. Scarf tebal pun memberi aksen yang menarik untuk jaket jeans acid wash. Musim gugur di Jepang tidaklah hangat. Udara tetap dingin namun tidak dingin menggigit seperti musim dingin sehingga mereka ingin mengenakan elemen baju penghangat tapi yang tidak terlalu panas seperti sweater. Jaket atayu blazer menjadi solusi yang chic.

Sumber Foto: tokyo fashion tumblr

Jaket jeans ini beragam teksturnya. Dari yang tebal dan kaku hingga yang tipis dan lemas. Warna jaket yang pudar semakin menegaskan warna-warni rambut wanita Tokyo yang colorful dan nyala. Mereka juga menyematkan berbagai pin kawaii pada jaket acid wash mereka sehingga menjadi fashion statement sendiri dan tidak jadi seragam dengan orang-orang lain yang mengikuti tren acid wash ini.

Sumber gambar: notey

Selain warna denim pudar, ada juga yang mencuci lagi jaket acid wash nya dengan pewarna-pewarna kain sehingga memberi kesan abstrak layaknya lukisan abstrak pada sebuah kanvas. Wah, mereka memang sangat kreatif dan berani dalam berekspresi. Jaket acid wash yang berwarna-warni abstrak ini dikenal dengan sebutan harajuku style jacket. Kapan ya Jakarta punya Jakarta style jacket? Berkreasi yuk! (AOZ)