Kamar Sadis Perempuan Jepang dalam Pictorial Book

Dalam buku foto terbarunya, “Onago Room”, Shiori Kawamoto membuka pintu pada misteri kamar perempuan di Jepang.

Bagi seorang pria yang mungkin sudah memasuki lebih banyak kamar wanita dari pria manapun yang punya kesempatan masuk kamar wanita, Shiori Kawamoto terlihat tidak tertarik pada kamar-kamar ini. Fotografer berusia 43 tahun ini baru saja merilis buku foto ke-duanya, “Onago Room”. “Awalnya aku tidak begitu tertarik; memotret kamar tampaknya aka nada banyak masalah,” ucapnya sambil tertawa.

Proyek ini bermula dari permintaan yang datang padanya untuk memotret para idola yang berpose untuk sebuah buku foto, namun dia memutuskan untuk menaggapi permintaan ini ke tingkat yang lebih gila. Kawamoto mendengar tentang asrama-asrama dimana para gadis idola tnggal bersama, dengan kamar berantakan yang sangat ricuh sampai-sampai kamar itu dinamai daraku beya, yang artinya kamar bejatPenasaran, dia mengatur janji agar para idola ini bisa difoto di salah satu kamar daraku.


Sumber Foto: tokyoweekender


Sumber Foto: tokyoweekender

Sumber Foto: photoblog


Seluruh kamar ditempeli gambar cewek-cewek anime yang tersenyum, poster, gantungan kamar, dan bantal-bantal berserakan di lantai yang sulit terlihat, ratusan wajah tampil dari setiap sudut kamar ini sementara si pemilik kamar duduk dengan bangga di antara semua ini. Efek dari kamar ini sangat kuat dan memberi intrik pada fotografer yang terkesima dengan suatu bentuk ekspresi yang unik ini. Kawamoto kemudian terinspirasi untuk membuat buku foto tentang daraku beya.

Setelah melihat banyak manga, anime, video games, dan daraku beya para otaku, Kawamoto menemukan sesuatu yang menarik bahkan di dalam kamar-kamar yang minimalis. Dengan “Onago Room”, dia menggarap lagi ide lamanya yaitu memotret perempuan dengan segala profesi – idola bawah tanah, musisi, ibu rumah tangga, karyawati perusahaan – di kamar mereka masing-masing. Ini berarti Kawamoto membuka pintu studio minimalis, surge pink pastel, dan kamu juga masih bisa menemukan kamar daraku yang sadis – semua tembok ditutup oleh waja-wajah 2D karakter anime dan video game. (AOZ)