Majalah Jepang Mendobrak Tren Kecantikan

Baru merasa cantik kalau berat badanmu turun? Ingin seperti teman-temanmu yang langsing tapi kamu nggak bakat kurus? Bahkan Jepang, negara yang terkenal terobsesi dengan tubuh segaris – perlahan mulai melepaskan obsesi itu.

Mungkin kamu belum pernah dengar majalah seperti ini sebelumnya, terutama di Jepang. La Farfa adalah majalah Jepang untuk perempuan berbadan besar, dan majalah ini mematahkan stereotip bahwa cantik itu harus kurus atau langsing. Secara keseluruhan, majalah ini keren. Seperti ditulis BuzzFeed, Jepang terkenal dengan pilihan pakaian “satu ukuran muat untuk semua”. Tapi apapun ide yang kamu punya tentang ukuran badan wanita Jepang, La Farfa membuktikan bahwa perempuan Jepang datang dengan berbagai ukuran dan bentuk, dan mereka semua layak tampil di halaman majalah. Konsep yang menarik, bukan?


Sumber Foto: pinterest

La Farfa menyediakan inspirasi gaya dan tempat belanja untuk wanita berbadan besar. Seperti majalah fashion pada umumnya, La Farfa juga menampilkan model-model (berbadan besar) mengenakan bikini, rok mini, dan apapun yang dipakai model pada lazimnya – dan inilah yang membuat La Farfa majalah luar biasa. La Farfa adalah majalah Jepang pertama yang memberi respon positif pada ukuran badan yang lebih dari yang biasa ditampilkan di majalah atau TV Jepang. Dunia membutuhkan La Farfa.

Kalau kamu ketik #lafarfa di Instagram, kamu akan menemukan gambar-gambar yang diambil dari majalah cetaknya. Mengunjungi akun Instagram La Farfa membuatmu tersenyum mengingat akan banyak wanita yang tidak lagi tertekan dengan tuntutan untuk menjadi kurus. Semua ukuran badan itu unik dan cantik tidak ada urusannya dengan ukuran lingkar pinggang. Dunia membutuhkan lebih banyak media seperti La Farfa.


Sumber Foto: plus size modelling

Setiap edisi yang dirilis La Farfa selalu habis terjual. Hal ini membuktikan bahwa animo masyarakat untuk apa yang ditampilkan La Farfa cukup tinggi. Edisi perdananya terjuan 50.000 eksemplar dan edisi-edisi berikutnya rata-rata terjual 100.000 eksemplar. Dengan popularitas seperti ini, sungguh mengherankan media semacam La Farfa belum ditiru atau belum menjamur di Amerika atau di Indonesia. (AOZ)