5 Cara Paling Aneh untuk Menjadi Sopan di Jepang

Satu hal yang kita pegang tentang menjalani hidup di suatu budaya adalah mengetahui bagaimana untuk menjadi seorang yang sopan, tapi apa yang dikatakan sopan di suatu budaya belum tentu serupa di budaya lain, atau sebaliknya, tak terkecuali Jepang. Ini mungkin akan bermanfaat ketika kita tengah berada di suatu budaya yang berbeda dengan budaya asli kita, tentu anda tidak ingin merasakan intimidasi dari orang-orang di suatu budaya ketika anda melakukan suatu hal yang menurut anda lumrah namun dianggap kurang sopan untuk itu. karenanya, dibawah ini kita akan mengetahui lima cara paling aneh untuk menjadi seorang yang sopan di Jepang.

5. Berdiam Diri Tanpa Mengeluarkan Suara


Terdapat beberapa tempat dimana suara benar-benar menjadi satu hal yang diperhatikan, terutama ketika datang ke transportasi umum. Siapapun yang pernah berkunjung ke Jepang pastinya pernah mengalami fenomena silent-train, di mana kereta dipenuhi oleh ratusan orang namun tidak seorang pun yang memgeluarkan suara. orang Jepang secara keseluruhan cukup peka terhadap perasaan orang lain, menghargai perasaan orang lain hanya sebanyak dari diri mereka sendiri. Jadi mengganggu orang lain dengan membuat suara-suara yang tidak perlu (mengobrol keras, berbicara di ponsel, loudspeaker musik) adalah batasan yang mungkin terpikirkan, baiknya tunggu sampai kita turun dari kereta untuk melakukan semua hal itu.

4. Etika di Elevator


Di Jepang menggunakan lift dengan sopan juga menjadi bagian dari akal sehat Jepang seperti membungkuk ke setiap orang. Perbedaan terbesar adalah penggunaan tombol. Ketika di banyak negara menggunakan sistem ‘self-service’, itu berbeda dengan apa yang terjadi di Jepang. Jika anda bersama sekelompok rekan kerja atau tamu, itu dianggap sopan untuk menekan tombol "pintu terbuka" sampai semua orang yang ada di dalam / luar lift, baru setelah itu anda yang keluar / masuk. Bahkan jika sendiri, dan berdiri di sebelah tombol, biasanya sopan untuk menahan tombol "pintu terbuka" sampai semua orang masuk atau keluar elevator, layaknya operator elevator di pusat perbelanjaan.

3. Tidak Menuangkan Minuman Anda Sendiri


Kecuali anda ingin dianggap sebagai seorang barbar, maka berhati-hatilah untuk tidak menuangkan minuman anda sendiri ketika anda keluar makan dengan teman-teman dan rekan kerja. Di Jepang, menuangkan minuman anda sendiri pada dasarnya adalah egois setara dengan makan dari piring orang lain. Lantas, bagaimana jika kita sudah terlalu haus? Yang perlu dilakukan adalah mengambil air dan mengisi beberapa gelas orang lain yang terlihat sudah kosong atau akan habis. Kemungkinan mereka akan membalas dan mengisi gelas anda segera.

2. Omiyage (Buah Tangan)


ini mungkin tidak terdengar begitu buruk ... selama Anda di posisi sebagai penerima omiyage tersebut. Ketika Anda berada di posisi pemberi, itu dapat menjadi mimpi buruk. Beberapa kantor yang cukup lunak ketika itu tentang ke omiyage, tetapi yang lain memiliki harapan bahwa setiap kali seseorang pergi berlibur, atau bahkan perjalanan bisnis keluar kota, mereka akan membawa kembali barang untuk seluruh orang di kantor. jika tidak melakukannya anda akan dianggap tidak sopan.

1. Mengatakan ‘Maaf’ Melainkan ‘Terima Kasih’


Seringkali terjadi di Jepang, ketika Anda ingin berterima kasih kepada seseorang, Anda tidak menggunakan kata "terima kasih" (arigatou, arigatou gozaimasu, dll), namun Anda menggunakan kata "maaf / permisi" ( sumimasen).


Bagaimana menurut anda, apakah ada satu atau beberapa hal diatas yang memberatkan anda untuk menjadi seorang yang sopan di Jepang? secara pribadi, omiyage mungkin akan sedikit memberatkan seseorang. Karena kita tidak mengetahui hal buruk/baik apa yang dialami seseorang dalam perjalanan bisnis keluar kota yang mereka lakukan, selain itu membeli omiyage untuk seluruh orang di kantor pasti tidaklah murah dan itu pasti akan memberatkan orang tersebut.








foto: rocketnews24

(ADP)