Lansia Jepang Menjadi Kapten Cheerleader

Nenek ini tetap muda dengan menjadi seorang cheerleader

CHIBA – Membungkus pahanya dengan rok mini, dan kakinya dengan sepatu boots berbulu, sambil menggoyangkan pom-pom warna perak dengan kedua tangannya - - perkenalkanlah Fumie Takino, wanita berusia 84 tahun yang telah menemukan ramuan awet mudanya – cheerleading.

Takino tidak sendirian. Seperti pemandu sorak pada umumnya, Takino memiliki geng yang rentang usianya tidak jauh darinya, dan semuanya adalah perempuan. Di Jepang mereka benar-benar menari hingga terlihat kehabisan nafas dan keringat bercucuran di baju merah jambu-emas nya.


Sumber Foto: japantimes

Takino menjadi pionir dari grup cheerleader lansia yang kini telah beranggotakan lebih dari 20 pemandu sorak. Di Jepang sendiri, cheerleading sudah tidak begitu terkenal. Kegiatan ini memang sempat menjadi keren di Jepang pada tahun 60an, yaitu ketika Takino masih remaja.

Untuk masuk grup ini, usiamu harus minimal 55 tahun,” ucap Takino, saat ditanya persyaratan untuk bergabung di geng pemandu soraknya.

Ketika kamu memasuki usia 70, harus kamu akui segalanya terasa menurun,” ujar Takino dengan tersenyum. “Kami sudah menjadi pemandu sorak selama 20 tahun!”

Jepang terkenal dengan lansianya yang bersemangat. Nenek kakeknya umur panjang hingga 100 tahunan, namun diakui bahwa usia sehat mereka hanya sampai usia 70an. Sehingga, nenek kakek ini menderita berbagai penyakit di akhir usianya

Walau demikian, Takino meyakinkan bahwa hobinya ini membuatnya merasa sehat dan fleksibel. Dia juga merasa cantik dan selalu positif terhadap hidup. Sebenarnya Takino menemukan cheerleading sebagai penghiburan setelah gagalnya pernikahan dengan mantan suaminya, di usia 53 tahun.

Awal tahun 2016 ini, grup Takino diundang ke perhelatan besar pemandu sorak,

Kompetisi Tahunan United Spirit Association (USA) Nationals, di mana tim-tim terbaik di seluruh Jepang berkompetisi. Tentu tim Takino diundang sebagai guest performer.

Ketika kamu menua, kamu terus kehilangan teman,ucap Takino pada seorang lansia yang menonton latihan mereka,Tapi di sini kamu akan selalu punya teman-teman untuk berbagi waktu yang menyenangkan.”

Jujur, aku sendiri terinspirasi bagaimana para lansia di Jepang hidup bahagia dan positif hingga akhir usianya. Hidup Fumie Takino! (AOZ)