Inspirasi Semangat Hidup Dari Fumie Takino

Fumie Takino, 79 adalah pendiri dari Japan Pom Pom cheerleaders, sebuah grup pemandu sorak beranggotakan 28 perempuan, dengan rata-rata usia 67 tahun, dengan energi menakjubkan dan mereka diundang menjadi penampil tamu di acara penting kompetisi cheerleader tingkat nasional di Jepang. Berdiri tahun 1996, grup ini kini telah menyajikan penampilan-penampilan liar selama 15 tahun.

Terpesona dengan gemerlap dan lincahnya Fumie Takino, Japan Times mewawancarai Takino dan berikut adalah beberapa hal yang bisa menginspirasimu, langsung diambil dari nasihat Fumie Takino.

Jangan khawatir dengan pendapat orang, terutama jika mereka tidka setuju denganmu. Kebanyakan orang bersifat konservatif. Bahkan anak muda berpikir orang seusiaku seharusnya tidak menggunakan rok mini, tidak berkencan, dan tidak mabuk. Mereka berpikir lansia tidak jatuh cinta dan tidak melakukan hubungan intim. Sedihnya, banyak anak yang mengharapkan melihat ibunya menua dan meninggal sendirian daripada menikah lagi. Tapi siapa yang peduli apa kata mereka? Aku tidak. Aku hanya ingin bersenang-senang, dan seharusnya mereka juga!



Sumber Foto: mashable


Perempuan harus mandiri. Ini nasihat ayahku. Jadi, pada tahun 1954, dia mengirimkubukan kakak atau adik laki-lakikuke univeritas di Amerika. Pada masa itu, pergerakan pembebasan perempuan paling kuat di sana, jadi aku mengarungi samudra untuk mencicipi pergerakan itu. Dan itu lezat!

Kalau kamu keluar negeri untuk belajar, jauhi orang-orang yang sesama dari negaramu. Awalnya aku belajar di University of Michigan di Ann Arbor. Itu tahun 1954, dan pada tahun ini ada banyak mahasiswa yang sangat pintar kiriman beasiswa Fullbright dari Jepang. Aku bukan salah satu dari mereka. Ayahku membayar agar aku bisa belajar di sana. Bergaul dengan mahasiswa-mahasiswa Jepang itu membuatku merasa kembali ke Jepang: tidak membebaskan. Jadi aku pindah ke universitas yang lebih kecil, Albion College, di mana aku satu-satunya orang Jepang. Aku merasa merdeka.

Ubah tragedi pribadi menjadi kesempatan untuk belajar sesuatu. Aku mengagumi ayahku. Dia suka wanita cantik, jadi mungkin dia bukan suami yang hebat; tapi sebagai seorang ayah, dia adalah yang terbaik. Dia sehat, tapi pada usia 80 tiba-tiba tubuhnya melemah dan dia duduk di kursi roda. Dia menangis dan mengatakan tidak mau hidup seperti ini. Aku terkejut dengan penderitaannya dan aku ingin belajar lebih tentang penuaan – bagaimana caranya sehat dan bahagia lebih lama. Itulah kenapa aku memutuskan untuk belajar gerontology di Amerika ketika usiaku 53 tahun.

Ketika aku sekarat, aku ingin mengatakan aku menghidupi hidup yang sangat bahagia. Aku menuju ke impian itu!

Membicarakan Fumie Takino memang nggak ada habisnya. Dia sangat inspiratif dan membuat semangat hidup lebih tinggi. Jika ingin baca tentang wanita inspiratif Jepang lainnya, klik:

10cc: Bar yang Bertahan Selama 30 Tahun (AOZ)