Dukun di Jepang dan Pengusiran Setan Pendeta Shinto

Siapa bilang kalau di Jepang tidak ada dukun. Jika kalian pernah menonton Film ‘Sadako vs Kayako’, kalian pasti pernah melihat adegan pengusiran setan yang dilakukan di kuil. Ternyata jika kita sejajarkan dengan kenyataannya di kehidupan nyata di Jepang sendiri, memang ada sebagian masyarakat Jepang yang mempercayai untuk melakukan pengusiran setan dan ada juga dukun setempat. Wah… seram juga ya…

Jika dalam film ‘Sadako vs Kayako’ adegan pengusiran setan itu sendiri menggunakan air dan mantra yang disebutkan terus menerus kepada tubuh orang yang kerasukan. Lalu pemberian air dilakukan secara berkelanjutan kepada tubuh orang tersebut dengan diminumkan secara paksa kepadanya. Tapi pernahkah kalian mendengar suatu berita bahwa pernah ada seorang wanita bernama Rie Fukuda (51) yang dilaporkan tewas setelah dipaksa meminum banyak air oleh seorang dukun professional yang berusia 81 tahun yaitu Eiko Noda ?

Memang seram jika kita mendengar cerita tersebut, apalagi sudah ada korban jiwa dalam praktik pengusiran setan ini.



“Itako”, Dukun Bagi Masyarakat Jepang

Dalam Jepang sendiri, dukun seringkali disebut sebagai Itako oleh masyarakat setempat. Biasanya Itako adalah seorang wanita buta dan tua dengan pakaiannya yang compang camping. Perlu kamu ketahui, bahwa biasanya para Itako memeluk agama animisme, meskipun dalam beberapa kesempatan mereka meminta bantuan kepada Budha dan Shinto. Bahkan setiap Itako memiliki dewanya sendiri-sendiri.

Kebanyakan dari mereka hidup secara berpindah-pindah. Namun jika kamu ingin melihat seorang Itako, pada bulan Juli pergilah ke kuil Entsuji. Karena pada saat itu sedang diselenggarakan sebuah festival selama empat hari, dan jangan aneh jika kamu menemukan sebuah antrian orang-orang yang ingin bertemu atau sejenak berbicara dengan leluhurnya yang sudah mati.

Proses Mendapat Gelar “Itako”

Setiap Itako memiliki kelebihannya masing-masing. Biasanya mereka mulai menyadari kekuatannya dari hal yang terkecil terlebih dahulu seperti bencana alam dan kecelakaan di sekelilingnya. Bahkan seorang Itako harus melewati masa “magang” selama 5-7 tahun. Itako muda biasanya belajar tentang kitab suci dengan telinganya. Seorang calon Itako yang dianggap telah sempurna ilmunya dan bersiap menjadi Itako biasanya diharuskan melakukan program inisiasi.

Setelah proses inisiasi, seorang Itako harus berhenti mengkonsumsi dan menikmati berbagai kenikmatan duniawi seperti tidak makan gandum, garam, dan menghindari panas buatan.

Namun jika kita telaah lebih lanjut, Itako hanya memberikan atau mempersilahkan setiap roh untuk masuk ke tubuhnya untuk berkomunikasi. Dan setiap Itako pun mengakui, jika mereka sedang kerasukan, rasanya seperti berada dalam genggaman kekuatan dahsyat, bahkan mereka bisa melihat badan mereka sendiri sedang dirasuki.


Pengusiran Setan Dilakukan oleh Pendeta dari Shinto

Nah… sedangkan kalau pengusiran setan seperti yang diterapkan di film ‘Sadako vs Kayako’ itu adalah pengusiran setan ala Shinto.

Biasanya pendeta dari Shinto akan melakukan semacam ritual dengan peralatan lengkap termasuk kertas-kertas mantra dan benda-benda lain yang memiliki tuah.

Cara Pengusiran Setan ala Shinto

Dan ada dua cara pengusiran roh yang dilakukannya. Pertama adalah dengan cara paksa setan tersebut diusir dengan sesuatu yang membuatnya tidak suka. Cara kedua dengan memenuhi keinginannya, karena banyak makhluk halus atau yokai yang masih memiliki masalah di dunia nyata. Jika masalah itu bisa diselesaikan, mereka akan mudah dikeluarkan.

Jadi, apakah kamu tertarik berbicara dengan leluhurmu yang sudah mati? Maka datangilah Itako. Tapi jika untuk masalah pengusiran setan, mungkin pendeta Shinto bisa melakukannya. Tapi, siapa yang berani?



(Fa)