Natal Adalah Valentine's Day di Jepang

Hari Natal baru saja berlalu dan ini adalah saat yang tepat untuk merekap da melaporkan 5 Keanehan Jepang di Hari Natal! Kalau kamu sudah mendengar istilah kurippa atau kurisumasu paati, di mana kue tart itu wajib hukumnya di perayaan Natal, dan juga bagaimana KFC (Kentucky Fried Chicken) itu restoran paling keren di hari itu, inilah nomer 2 dan nomer 1 dari daftar hitung mundur 5 Keanehan Jepang di Hari Natal.

2. Pohon Natal Mini


Sumber Foto: Home And Away With Lisa

Perbedaan Pohon Natal di Barat atau di dunia pada umumnya, dengan Pohon Natal di rumah-rumah di Jepang, adalah karena alasan praktis.

Memasang Pohon Natal yang besar dan tinggi lalu bersama keluargamu saling bantu menghiasinya dengan dekorasi adalah yang menjadikan Natal begitu spesial. Namun di Jepang, orang hanya memasang Pohon Natal sebagai hiasan atau “syarat” – yang penting ada satu di rumah.

Tapi tunggu dulu,” kamu mungkin ingin bertanya, “kalau pohonnya sekecil itu, di mana mereka menaruh kado natal?” Untuk anak-anak, hadiahnya biasanya ditaruh di samping bantal mereka ketika mereka tidur, kisah ini jadi seperti percampuran antara gaya Santa Claus dan Peri Gigi. Untuk anggota keluarga lain yang sudah bukan anak-anak…aku punya kabar buruk, saling memberi hadiah bukan merupakan tradisi Natal di Jepang. Mereka tidak melakukannya. Itu hanya untuk anak kecil. Karena Natal di Jepang bukan acara keluarga.

1. Natal Adalah Untuk Pacaran

Natal di Jepang bagaikan Valentine’s Day di Dunia. Sepasang kekasih biasanya berjalan-jalan di hari Natal menikmati gemerlap lampu hiasan Natal, makan di restoran mewah, dan saling bertukar kado. Sering lamaran pernikahan terjadi di hari ini. Hal ini sangat kontras dengan tipikal Hari Natal di Barat di mana Natal di Amerika atau Indonesia adalah tentang berkumpul dengan keluarga sambil menonton film Home Alone 1 dan 2.

Dilansir dari Rocketnews, 55% wanita Jepang yang mengisi survey mengaku akan menerima undangan kencan dari pria manapun, di hari Natal, daripada harus melewatkan hari itu sendirian. Melewatkan Natal tanpa kekasih begitu menyakitkannya di Jepang sampai-sampai ada Restoran Spaghetti bernama Pia-Pia yang menempelkan pengumuman bahwa mereka tidak menerima sepasang kekasih di restorannya pada Hari Natal karena membuat para staf cemburu dan sedih. (AOZ)