2 Alasan kenapa Orang Jepang Tidak Pernah Buang Sampah Sembarangan

Mungkin ada diantara kamu yang sudah pernah travelling ke Jepang sebelumnya. Admin saja yang melihatnya hanya lewat foto dan video pun terkagum. Bagaimana tidak, lingkungan disana sangatlah bersih dan nyaman. Mungkin hampir tidak mungkin bagi kamu untuk melihat sampah yang dibuang sembarangan di Jepang.

Lalu mengapa hal itu bisa terjadi? Dan kenapa di Indonesia sendiri tidaklah seperti itu? Mungkin hal itu bisa terjadi karena banyak alasan dan kepentingan. Namun tahukah kamu, kalau ternyata hanya ada dua alasan bagi orang Jepang sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan.


Pendidikan

Di Jepang sendiri dari semenjak SD, setiap siswa pasti diwajibkan untuk membersihkan kelas secara bergotong royong. Dan hal itu selalu terjadi setiap pulang sekolah, bahkan mereka pun tidak hanya membersihkan kelas mereka saja melainkan lorong sekolah pun juga ikut dibersihkan. Mereka bekerja secara tim untuk menggeser semua meja dan kursi, menyapu lantai, lalu menggosok lantai dengan kain lap.

Namun jika kita lihat Indonesia, pastinya kamu yang sudah merasakan bangku sekolah akan tau bahwa kebiasaan orang Jepang yang setiap hari sekolah dilakukan itu juga dilakukan di Indonesia. Sekolah-sekolah di Indonesia menerapkan sistem piket dan bagi siswa yang mendapatkan giliran harus membersihkan kelas.

Lalu mengapa ada perbedaan diantara Jepang dan Indonesia dalam menerapkan kebersihan itu sendiri?

Mungkin ini diakibatkan karena perbedaan pikiran dan tahukah kamu kalau orang Jepang sendiri secara reflek akan berfikir, “membersihkan itu tugas saya sendiri”. Hal itu terjadi karena mereka sudah terlatih melakukannya sejak kecil. Tapi bagaimana dengan orang Indonesia? Mereka akan secara reflek berfikir seperti ini, “nanti tukang bersih-bersih yang akan membersihkannya.”


Budaya Malu di Jepang

Pernahkan kamu mendengar tentang budaya malu sebelumnya? Tapi di Jepang sendiri hal ini kerap terjadi. Biasanya, orang akan bertindak sesuai dengan standar dia sendiri tentang baik atau tidaknya aksi yang dia lakukan. Akan tetapi, sepertinya orang Jepang sendiri cenderung bertindak kepada standar yang sedikit berbeda. Jadi standar orang Jepang adalah apakah melakukan hal itu akan “memalukan atau tidak” atau “mengganggu orang lain atau tidak”, jikalau dilihat dari sudut pandang orang lain.

Misalnya saat orang tua memarahi anak-anaknya, mereka sering mengatakan hal-hal seperti “kamu tahu tidak kalau hal seperti itu akan mengganggu orang lain?!” atau, “kamu tidak malu melakukan hal seperti itu?!”. Jadi mungkin juga orang Jepang itu sendiri terlihat sangat baik dipermukaan dengan melakukan hal baik bukan karena mereka memang baik, tapi karena mereka akan “malu” saat melakukannya.

Sejujurnya Admin menuliskan artikel ini sendiri bukan dari opini sendiri, tetapi ada seorang warga Jepang yang tinggal selama dua tahun di Indonesia yang menuliskan hal tersebut di internet dan tulisan itu sudah ada dari tahun 2014.

Jadi sebaiknya sebagai warga Indonesia sendiri kita sadar, bahwa menjaga kebersihan itu penting dan ternyata kita sudah melakukannya semenjak kita masuk sekolah SD, namun cara berpikir kita yang salah. Selain itu juga, coba budayakan rasa malu jikalau kita melakukan hal-hal yang tidak baik.

Setidaknya kita mulai dari diri sendiri dahulu, lalu menanamkannya kepada keturunan kita selanjutnya dan orang-orang sekitar. Semoga bermanfaat.



(Fa)