Yuzen, Rasa Batik Indonesia dalam Pakaian Khas Jepang

Sejak 2009, tanggal 2 Oktober telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai Hari Batik Nasional. Pada hari ini, kita akan menemukan banyak orang dari berbagai lapisan masyarakat, pegawai pemerintahan sampai pekerja kantor lainnya, yang menggunakan salah satu bahan pakaian (motif) kebanggan Indonesia tersebut, sebagaimana batik telah diakui oleh UNESCO sebagai kontribusi Indonesia dalam hal budaya untuk dunia.

why kyoto?

Serupa tapi tak sama, Jepang juga mempunyai budaya seni tradisional untuk bahan pakaian mereka yang dikenal dengan ‘Yuzen’. Mirip seperti batik, itu adalah teknik mewarnai atau membuat pola/motif menggunakan pewarna yang dilakukan langsung pada bahan. disebut yuzen karena ini adalah metode yang dikembangkan oleh pelukis di Kyoto, Miyazaki Yuzen Sai. Ditemukan pertengahan era Edo, menjelang akhir abad ke-17. Sejak saat itu menjadi seni kimono pewarnaan utama Jepang, yang terkenal dengan penggunaan warna-warna yang berbeda dari yang pernah ada.

learnjapanese123

Yuzen bisa dikatakan adalah suatu pengembangan dari batik yang kita kenal dan kenakan di Indonesia. sejarahnya, batik atau yang dikenal orang Jepang dengan nama ‘kokechi’. Batik yang ciptaan negeri kita sampai ke Jepang dari Cina. Seperti pembuatan kain batik, proses menulis/menggambarkan lilin panas pada bahan pakaian dipraktekkan di periode Nara. sempat tidak diproduksi di periode Heian, kokechi kembali dilirik di periode Marumachi dengan pangaplikasiannya pada bahan katun, dst. Hingga akhirnya dapat disimpulkan bahwa Yuzen merupakan gabungan dari teknik kokechi (batik) dari periode Nara, Teknik "Sarasota Zone" dan "Tsujigahana" dari Periode Muromachi, dan teknik "Chaya Zome" dari Periode Edo. Hingga kini teknik tersebut masih menjadi pilihan utama untuk bahan kimono tradisional dengan banyak pengrajin yang melakukannya di Kyoto.

zen hand drawing

Keunggulan teknis pencelupan Yuzen memungkinkan garis yang sangat presisi dan tipis, sulit dicapai bahkan dengan pekerjaan jahitan, begitu juga blur dan gradien warna yang indah. Hal ini, pada gilirannya, memungkinkan pencelupan desain dan motif Jepang yang sesungguhnya, yang sering menjadi cerminan kekaguman masyarakat terhadap alam dan bagaimana perubahannya dari musim ke musim. Yuzen buatan tangan adalah proses yang sangat kompleks, yang harus melalui 26 tahap sampai selesai, di mana itu menghasilkan metode sederhana seperti pencetakan tekstil dan pengecatan pola. Perkembangan yang terakhir ini berarti setiap orang bisa membuat karya seni yang indah melalui yuzen.

Sama seperti halnya batik, yuzen juga memiliki beberapa gaya tersendiri atau motif tertentu yang berbeda satu sama lain, yang juga membedakan suatu daerah dengan daerah lainnya jika ditelusuri tempat pembuatannya. Seperti Kyo-Yuzen, pola atau motif yang sering dipilih putri dan orang-orang yang mengedepankan rasa mewah khas daerah Kyoto.

grupocm

Berikutnya ada juga Kaga Yuzen, motif yang menggarisbawahi budaya samurai Jepang dari Prefektur Ishikawa. Ini merupakan pengembangan dari tehnik kyo-yuzen di daerah tersebut, yang kala itu Miyazaki Yuzen sendiri yang membawanya ke Ishikawa dan berkembang dengan beberapa teknik baru.

shofu.pref.ishikawa.jp

Selain itu, ada juga yang dikenal dengan Tokyo Yuzen. Merupakan gaya lain dari yuzen yang menggaris bawahi budaya kehidupan para pedagang dengan warna-warna yang kurang mencolok. Meski tak sepopuler Kyo-Yuzen, ini merupakan style dari yuzen yang benar-benar menggambarkan budaya pedangan di Edo atau yang sekarang dikenal degan Tokyo.

kyouyarinzou


Setelah mengetahui bahwa batik bahkan diadaptasi untuk menjadi salah satu motif untuk bahan pakaian yang ‘istimewa’ di Jepang, kita sebagai bangsa Indonesia sudah seharusnya dengan bangga menggunakan pakaian berbahan batik selagi menjaga untuk tetap melesetarikannya. Apakah Anda Pakai batik di Hari Batik Nasional Tahun ini?




(ADP)