Makanan Tradisional Saat Perayaan Hinamatsuri di Jepang

Hinamatsuri, yang juga dikenal sebagai Doll atau Girls 'Festival, adalah sebuah tradisi Jepang yang jatuh pada hari ketiga di bulan ketiga. Ini adalah waktu dimana orang-orang berdoa untuk kebahagiaan dan pertumbuhan sehat dari seorang anak perempuan. Asal-muasalnya berkisar seperti kebanyakan kebiasaan tradisional Jepang pada umumnya. Dibalik inti dari semua tradisi dan ritual terdapat kepercayaan yang sangat mengakar pada orang Jepang yakni menangkal roh jahat untuk membuat hidup senang dan bahagia.

Tradisi menampilkan/memajang boneka pada platform yang ditutupi kain berwarna merah dimulai sjak periode Heian. Di masa lalu, orang-orang percaya bahwa boneka memiliki kemampuan untuk dimasuki roh jahat. Nenek moyang dari tradisi Hinamatsuri dapat ditelusuri kembali ke hina nagashi (雛 流 し), secara harfiah berarti "boneka mengambang". Sebuah keluarga yang memiliki anggota keluarga gadis membuat hina ningyo (雛 人形), atau boneka hina, dari jerami dan menghanyutkannya menyusuri sungai dengan perahu, sebagaimana diharapkan membawa nasib buruk pergi bersama perahu yang hanyut.

Tidak hanya memajang boneka, ketika festival datang terdapat makanan serta minuman adat untuk perayaan yang dinikmati semua orang termasuk anak-anak. adalah shirozake (白酒), sake manis yang mengandung cukup alkohol (9%), selain itu juga terdapat berbagai hidangan yang lebih ramah untuk anak:

Hina arare: arare (あ ら れ) adalah kerupuk beras, Biasanya arare hina berwarna-warni dan dibumbui dengan saus kedelai atau gula, sesuai daerahnya di Jepang.


Hishi mochi (菱 餅): Sebuah kue beras berlapis-lapis, dengan warna merah muda, putih dan hijau, dari atas ke bawah. Di beberapa daerah di Jepang, warna merah diganti dengan warna kuning atau mochi mungkin memiliki lima sampai tujuh lapisan bukan tiga. Berbentuk seperti belah ketupat di era Edo, rasanya yang manis diyakini melambangkan kesuburan.


Chirashizushi (ち ら し 寿司): Beras dibumbui dengan cuka, gula dan sedikit garam. Cara tradisional utuk menu ini atasnya ditambahkan dengan bermacam-macam ikan mentah, sashimi (刺身), dan berbagai bahan lainnya.

Ushiojiru (潮 汁): Sebuah sup berbasis garam yang mengandung kerang sebagai bahan utama. Cangkang kerang melambangkan persatuan dan kedamaian pasangan, karena hanya dua kerang kembar simetris yang dapat cocok pas bersama-sama, tidak ada dua kulit kerang yang sama.

Hmm.. lezat-lezat bukan?





foto: jpncook

(ADP)