Hutan Purbakala Kyoto akan Hidup dengan Cahaya dan Suara Interaktif

Salah satu keyakinan inti dari agama Shinto adalah bahwa keilahian ada di semua aspek lingkungan alam. Sementara itu, salah satu keyakinan inti dari wisatawan adalah bahwa jalan-jalan yang lebih menyenangkan jika anda tidak berkeringat. Untungnya, dua konsep ini akan berpadu indah sebagai bagian dari tampilan seni publik di salah satu kuil Shinto yang paling penting di Kyoto.


Group kreatif Jepang teamLab kembali dengan perpaduan interaktif emosi dan teknologi baru, dijadwalkan untuk dibuka musim panas ini di kuil Kamomioya yang berdekatan degnan hutan purba Tadasu no Mori. Sementara cuaca di ibukota kuno Jepang ini sangat panas selama bulan-bulan musim panas, pameran yang mereka lakukan baru akan dimulai kala malam hari, berarti orang-orang akan dapat menikmati pameran saat panas terik Kyoto mereda.

Segmen pertama dari dua bagian pameran berjudul Resonansi Pohon Kamomioya Jinja Tadasu no Mori. Sebagaimana pengunjung berjalan melalui hutan Warisan Dunia bersertifikat UNESCO, pohon akan menyala saat orang-orang mendekat. Disertai dengan suara halus terdengar, lampu akan berubah warna, pada gilirannya mempengaruhi warna dari orang di sekitar mereka, hampir seolah-olah seluruh hutan bernapas.

Setelah melewati kedua gerbang kuil, pengunjung akan menemukan diri mereka di daerah kedua, Resonating Spheres, di mana salah satu halaman kuil ini diisi dengan bola yang memancarkan cahaya dan suara ketika disentuh.

Pameran ini dijadwalkan untuk dibuka dari 17 sampai 31 Agustus. Untuk masuk dan menikmati semua anda tidak akan dikenakan biaya atau gratis, dan lampu akan mulai menyala dari pukul 18:00-21:30, yang berarti Anda dapat mampir sebelum atau setelah makan malam, jika anda berkesempatan mengunjungi Kyoto pada tanggal tersebut, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Kuil Kamomiya? Itu akan menjadi kunjungan yang tak terlupakan.







foto: teamLab

(ADP)