Nakameguro: Lingkungan Sungai di Tengah Kota Tokyo Yang Indah

Nakameguro adalah lingkungan yang menarik terletak di sepanjang tepi Sungai Meguro. sungai adalah fitur yang paling menarik daerah ini dengan dinding yang tinggi membuatnya terlihat seperti kanal perkotaan.

Pada sejarahnya Sungai Meguro tidak selalu begitu menarik. Pada 1980-an sungai ini penuh dengan limbah industri. Orang ingin tinggal sejauh mungkin dari sungai ini pada saat itu. namun Pada akhir tahun 1980-an, pemerintah membersihkan sungai ini. Setelah pembersihan sungai, bisnis mulai meningkat disekitarnya seperti kafe kecil, toko-toko fashion dan restoran. Bisnis pertama yang mengambil kesempatan pada daerah ini diawali oleh hipsters pemuda yang modis. Dengan waktu ke waktu, toko-toko unik di daerah itu muncul untuk membantu dan membuat Nakameguro menjadi salah satu lingkungan perumahan paling populer di Tokyo.

Lingkungan disekitar sungai juga dikenal dengan kehidupan malamnya. Banyak bar dan izakaya yang sering dikunjungi oleh penduduk setempat maupun para wisatawan asing.

Pohon sakura di sepanjang sungai Meguro adalah di salah satu yang terbaik di Tokyo. Ini sengaja disiapkan Sebagai bagian dari Nakameguro Sakura Festival yang disiapkan di sepanjang sungai. Ketika sakura jatuh ke sungai, maka kelopak merah muda dari pohon sakura yang terendam akan merubah warna air sungai tersebut.

Namun ada cerita yang menyeramkan dari sungai ini, dimana pada saat perang dunia ke II pada tanggal 9 maret 1945. Kota Tokyo mendapatkan serangan Bom udara yang sangat besar yang dampaknya lebih besar dari hiroshima dan nagasaki, banyak 100.000 orang kehilangan nyawanya dan banyak yang terluka.

Saksi mata yang menjelaskan bahwa korban luka bakar dan orang-orang yang melarikan diri dari asap bom tersebut melompat ke sungai kota termasuk sungai Meguro di Nakameguro. Banyak korban yang tak terhitung jumlahnya berakhir di sungai. Ini rumor yang beredar terkadang salah bahwa para korban ini "tenggelam sendiri" padahal sebenarnya mereka meninggal karena luka bakar atau sesak napas akibat menghirup bom udara yang berbentuk asap. Sejak kejadian itu sungai ini dijukuli River Ghost.

Tapi seiring berubahnya zaman, julukan itu sekarang ini sudah tidak diketahui lagi oleh banyak orang yang tinggal di tokyo.






foto: japan talk

(Ditya)