Piktrogram Samurai Digunakan untuk Memberi Informasi dan Mendidik Wisatawan Asing

Sebagaimana Jepang bersiap untuk Olimpiade 2020 yang akan dilangsungkan di Tokyo, baik pemerintah pusat atau perfektur di sana bekerja keras mencari cara untuk mengakomodasi wisatawan asing yang akan berdatangan dan membantu mengatasi hambatan bahasa di berbagai tempat seperti restoran dan pemandian air panas yang tersebar di seluruh negeri.

Seperti yang dilakukan oleh Prefektur Iwate di Utara Tohoku, pemerintah lokal disana telah melaksanakan rencana untuk menyambut wisatawan asing ke daerah tersebut sejak April tahun lalu, dengan satu set Piktogram untuk bisnis lokal untuk di download dan menggunakannya di tempat bisnis mereka. Berjudul "Sepuluh Cara Membuat Wisatawan Bahagia", koleksi ikon hitam-putih dirancang untuk menangkap mata wisatawan dengan menyenangkan grafis, yang meliputi gambar dari samurai tanpa busana, lengkap dengan rambut khas mereka.

Samurai dijadikan instrumen dalam memberikan bimbingan bagi pengunjung yang datang ke pemandian umum di Jepang untuk pertamakalinya. Beberapa peraturan digambarkan dengan unik dalam pictogram, mulai dari larangan membilas dalam bak mandi, mabuk atau minum alkohol, sampai bagaimana cara seharusnya untuk mengeringkan bandan ketika di onsen.

Selain membantu orang asing dengan poin-poin penting dari pemandian air panas, prajurit Jepang juga muncul di sejumlah Piktogram untuk memberikan beberapa informasi yang berguna lainnya. seperti yang digunakan di tempat makan, seperti contohnya; membuat para pelanggan mengetahui tingkat kepedasan dan jenis makanan (vegetarian atau bukan) yang terkandung dalam hidangan tertentu.

Untuk melihat versi lengkap dari 26 piktogram yang digunakan prefektur Iwate untuk membantu para wisatawan asing dalam seri pictogram ‘Sepuluh Cara Membuat Wisatawan Bahagia’, anda bisa langsung mengunjungi website resmi untuk itu, dan melihat lebih banyak pictogram beserta penjelasan tentang apa sebenarnya gambar-gambar tersebut.

Meski terlihat konyol, gambar-gambar ini diharapkan dapat membantu wisatawan asing yang datang dari seluruh dunia ketika Olimpiade Tokyo 2020 bergulir. Sebagaimana kita tahu, meskipun ramah, kesulitan yang dialami orang Jepang untuk membantu orang asing adalah bahasa.








foto: japaaan

(ADP)