Komunitas Budaya Jepang di Jakarta: Teater Enjuku I

Halo teman anibee!

Untuk kamu yang datang ke anibee Four Season Festival di hari ke-2 yaitu hari Sabtu, kamu pasti nonton penampilan Teater Enjuku! Nah untuk kamu yang belum tahu siapa dan apa itu Teater Enjuku, kali ini aku beruntung bisa wawancara langsung dengan ketua Teater Enjuku: Bila.

Kalau kamu tinggal di Jakarta dan sangat mencintai budaya Jepang termasuk bahasanya, dan kamu mencari komunitas yang se-hobi dengan kamu, saatnya kamu mendaftarkan diri ke Teater Enjuku! Memadukan seni drama dengan budaya Jepang, Enjuku hadir di Jakarta memberi wadah bagi orang-orang kreatif yang mencintai budaya Jepang!

Simak ya bincang-bincangku dengan Nur Shabrina Salsabila!

Anibee: Halo, Teater Enjuku! Pertama-tama, terima kasih untuk waktunya untuk wawancara ini... dan terima kasih sudah tampil di festival anibee. Apakah ada pesan/saran untuk festival kami?

Bila: Kami juga mengucapkan terima kasih karena pihak Anibee telah mengundang ENJUKU. Konsep Anibee Four Season Festival sangat menarik, setiap wilayah acara memiliki ciri berbeda, sesuai 4 musim Jepang. Fasilitas, sarana dan prasarana penunjang pengisi acara sangat bagus, panitianya juga baik2. :D

Namun agak disayangkan tentang jumlah pengunjung di hari Sabtu. Semoga di event Festival Anibee tahun depan bisa lebih ramai pengunjung dan lebih sukses lagi pastinya! ^^ Berhubungan dengan Konsep Anibee Four Season Festival, teman2 dari ENJUKU sangat suka dengan pohon sakura yang ada di Event Festival Anibee kemarin lho! Keren banget! *kalau boleh tau, itu bikin sendiri ya?*

Anibee: Hahaha, enggak, itu pohonnya kita minta dari Doraemon. Kan Doraemon juga datang ke anibee Four Season Festival ^O^ . Enjuku sudah berdiri dari tahun 2009, siapa yang pertama kali punya ide membentuk kelompok teater ini?

Bila: Sebetulnya, cikal bakal berdirinya ENJUKU sudah dimulai dari tahun 2008, pada saat event Nihon no Matsuri yang diadakan di Jakarta Expo Kemayoran (PRJ). Salah satu orang Jepang yang terlibat dalam event ini, yaitu Ibu Kaikiri Sugako, kepala sekolah Bahasa Jepang-Indonesia & Kebudayaan: Jakarta Communication Club (JCC). Beliau, bersama dengan para mahasiswa dari 3 universitas (UI, UNSADA, UNAS) membuat sebuah drama musikal kecil berbahasa Jepang berjudul "Kaguya-hime", yang dibintangi oleh saudari Imel Ten-2-Five, untuk mengisi acara pada event Nihon no Matsuri tersebut.

Setelah event tersebut berakhir, Ibu Kaikiri dan 15 mahasiswa dari 3 universitas yang bekerja sama dengan Ibu Kaikiri tadi, tertarik untuk membentuk sebuah teater.

Setelah melakukan persiapan matang tentang konsep teater ini, tanggal 21 Januari 2009, terbentuklah teater musikal berbahasa Jepang yang beranggotakan mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang belajar Bahasa Jepang, Teater ENJUKU.


SUMBER GAMBAR: JOGJAJAPANWEEK
SALAH SATU PENAMPILAN ENJUKU

Anibee: Wah terima kasih atas penjelasannya dari mulai tercetusnya bibit kreativitas dari para mahasiswa bahasa Jepang dan Kakiri-san sampai akhirnya terbentuk teater Enjuku!

Masih ingin tau lebih lengkap lagi tentang Enjuku? Ingin tau kapan pementasan mereka berikutnya? Atau ingin bergabung? Ikuti lanjutan wawancara anibee dengan kelompok teater Enjuku minggu depan ;)

-Keisha