Belajar Jadi Mangaka di Sekolah Manga Machiko

Manga dan anime tentunya sudah menjadi hal yang melekat dengan Jepang, bahkan keduanya sudah menjadi budaya dari Negara tersebut. Banyak anime dan manga Jepang yang menjadi sangat besar dan terkenal di seluruh penjuru dunia, seperti Dragon Ball, One Piece, Naruto, dan masih banyak lagi. membudayanya hal tersebut tak lepas dari peran banyak mangaka dan animator-animator hebat juga melegenda, regenerasi untuk para mangaka dan animator baru pun tak terhindarkan, banyak anak di Jepang yang bercita-cita untuk menjadi seperti mereka. Salah satu upaya untuk melestarikan budaya industry kreatif tersebut adalah dengan didirikannya sekolah manga dan anime.


Tak hanya di Jepang, sekolah manga dan anime juga perlahan menjamur di seluruh dunia, demikian di Indonesia. Sebuah sekolah manga gagasan komikus professional Machiko Maeyama telah berdiri di Indonesia sejak tahun 2002, adalah sebuah tempat kursus komik (manga) yang pertama di Indonesia yang menggunakan 100% metode asli Jepang dengan nama Machiko Manga School. Tak sembarangan, sekolah manga tersebut telah diakui dan bersertifikat resmi dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Selain itu, Peralatan yang digunakan di Machiko Manga School di datangkan langsung dari Jepang, sama seperti yang digunakan oleh para mangaka professional disana. Sekolah ini memiliki proyek tahunan yang memungkinkan karya para muridnya untuk dimuat di surat kabar Jepang Shinano Mainichi, dimana murid-muridnya akan berkompetisi dalam rubric 4 panel di harian tersebut dengan siswa-siswi Jepang, secara tidak langsung hal tersebut menjadi ajang pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang.


Machiko Maeyama sendiri adalah seorang mangaka professional yang sudah menelurkan beberapa manga di Jepang diantaranya Gyal no Okusama (shueisha), Pagi Poko (Kodansha) dan Iju Rakuen – Bagus Paradise (3A Network). Selain itu, Machiko Sensei seperti ia biasa dipanggil, juga kolom khusus komik yang menceritakan tentang Indonesia pada Shinano Mainichi Shimbun di Nagano Jepang dan mengisi rubrik “Mangaka Damashi” pada Nakayoshi edisi bahasa Indonesia, keduanya masih berlanjut hingga saat ini.

Karya-karya dari murid Machiko Manga School setiap tahunnya semakin meningkat pada proyek tahunan yang biasanya diadakan di bulan Juli, hal ini memiliki tingkat kepopuleran yang tinggi di Jepang, tak menutup kemungkinan aka nada mangaka hebat yang berasal dari Indonesia. Jadi, apakah anda ingin menjadi salah satu dari mereka?

(ADP)