Jelajahi Gua Es yang Terbuat dari Letusan Gunung Fuji

Semua orang Jepang pastilah familiar dengan Gunung Fuji, sebagaimana menjadi puncak tertinggi yang ada di Negara tersebut. orang-orangpun munkin sudah banyak melihat gambar-gambar indah dari gunung yang belakangan mulai tertutupi salju pada bagian puncak. Banyak yang berfikir gunung tersebut adalah ikon Jepang, gunung berbentuk kerucut simetris indah untuk dilihat ataupun didaki. Namun, sejarah dan pembentukan situs menarik disekitarnya jauh lebih menarik. seiring dengan pembentukan lima danau besar, erupsi gunung ini juga membentuk beberapa gua.


Gunung Fuji yang kita lihat saat ini sebenarnya adalah akumulasi dari tiga erupsi yang terpisah. Diperkirakan sekitar 100.000 tahun lalu ditempat gunung Fuji sekarang, terdapat gunung berapi Komitake, selaras dengan lempeng tektonik, disekitarnya juga terdapat gunung berapi Ashitaka dan Hakone. 50.000 tahun kemudian gunung berapi Komitake meletus membentuk stratovolcano baru yang dikenal dengan ko-Fuji atau gunung Fuji lama, kemudian ko-Fuji kembali meletus, kali ini erupsi yang terjadi menciptakan Shin-Fuji. Semenjak itu, gunung tersebut pernah meletus beberapa kali hingga menjadi gunung Fuji yang kita dapat lihat sekarang.

Gua kerap terbentuk selama letusan gunung berapi. Hal ini disebabkan lava yang mengalir dari gunung berapi. Ketika lava mengalir gelembung gas bisa terbentuk. Ketika gelembung gas ini meledak melalui pendinginan, sebuah gua terbentuk. Beberapa gua yang terbentuk di sekitar daerah Gunung Fuji yang kini paling populer dan banyak didatangi orang adalah Gua Es dan Gua Angin (atau Lahar).

Gua es Narusawa terletak di Danau Sai di wilayah danau besar Gunung Fuji. gua ini sangat istimewa, meskipun di musim panas, suhu di dalam gua akan tetap pada 0 derajat Celsius. Disebut gua es karena didalamnya terdapat tiang-tiang es, air hujan yang meresap dalam tanah akan menetes kedalam gua dan membentuk pilar-pilar es yang dapat mencapai tinggi tiga kaki. Uniknya, pada zaman Edo tempat ini dijadikan tempat untuk menyimpan es batu untuk para pejabat, yang kala itu mampu membeli es yang harganya masih sangat mahal.


Terletak tidak jauh dari gua es, terdapat gua Angin atau gua lahar, mirip dengan gua sebelumnya di tempat ini juga dingin sepanjang tahun, dengan angin yang tak henti berhembus dari dalam gua. Tempat ini juga digunakan pada zaman edo sebagai tempat menyuimpan makanan seperti beras, dan juga ulat sutra.

Untuk dapat sampai ditempat ini mungkin memerlukan seorang guide, atau jika lebih suka berpetualang sendiri pastikan gunakan alas kaki yang cocok, karena akan licin ketika didalam gua. Untuk biaya masuk kedua tempat ini pengunjung harus membayar sebesar 290 yen per orangnya. Semoga bermanfaat..








foto: tsunagujapan

(ADP)