Yoyogi Rockabilly Retro Dance Club, Hanya Untuk Kesenangan Semata


Satu hal yang mungkin tidak pernah anda sangka ditemukan di Jepang saat ini adalah geng Greasers (Berandal Bermodal) sebuah gaya yang diadopsi dari era 1950. Greasers biasanya tampil di taman-taman kota dengan kemeja retro, celana kulit hitam, rambut yang tersisir klimis kebelakang lengkap dengan rokok. Penampilan yang dapat ditemukan pada film-film Amerika seperti Grease, The Outsiders and Rebel Without a Cause.


Selain itu jika membahas tentang Rockabilly, bentuk awal dari musik rock yang terdiri dari musik swing, country, dan blues. Jepang mungkin bukan yang terdepan untuk genre musik ini, meskipun demikian ketika “Rock Around the Clock” dari musisi Bill Haley & His Comets yang dirilis pada 1955, lagu tersebut langsung mendominasi chart musik Jepang sama seperti di negara lainnya. dengan demikian, gaya tersebut menjadi mainstream berkat perusahaan rekaman Jepang yang berusaha mengambil kesempatan dari trend yang sedang menggila kala itu dengan cover band milik mereka.

Meskipun tahun 50-an sudah berlalu sangat lama dan Jepang dikenal dengan pekerja kantoran dan kesesuaian yang hampir tak tertembus. Masih terdapat komunitas dengan jiwa pemberontak diantara jutaan salarymen dan salarywomen yang menjadi pemandangan rutin hiruk pikuk Tokyo. Dan di antara mereka, kontras dengan fashion berseri berwarna-warni dan kadang bertema yang teinspirasi dari animedi lingkungan yang dekt dari Harajuku, adalah pemberontak rock'n'roll yang dimaksudkan sebelumnya, mereka dapat ditemukan dengan berjalan kaki sediki ke Yoyogi Park.

Selama tiga dekade terakhir, dengan rambut yang menurut mereka mempesona tersebut menggunakan gel rambut dan ramuan khusus lainnya yang menciptakan proporsi rambut seperti gaya punk, mereka berbasis disana: sekelompok orang Jepang yang meniru gaya stereotip dari pemuda pemberontak tahun 1950-an. Taman tersebut menjadi kandang bagi tiga geng berbeda dan tentunya anda tidak perlu takut, mereka hanya mengekspresikan diri, lengkap dengan pakaian serba hitam berbahan kulit. Setiap kelompok memiliki pemutar musik mereka sendiri dengan CD yang berisi sederet lagu Vintage maupun lagu Jepang untuk mereka bersenang-senang.

Dengan gaya santai, namun energik menari ditandai dengan tap dance, melompat, menyisir rambut, berputar, pseudo-breakdancing dan bahkan melompati punggung masing-masing, mereka telah menghibur satu sama lain dan juga masyarakat umum yang kebetulan berada di taman tersebut. menariknya, mereka melakukan semua hal tersebut bukan untuk mengamen atau mengharapkan bayaran, meskipun banyak yang mengambil foto/video mereka saat beraksi, mereka tidak mengharapkan tips atau uang dari aksi mereka, mereka melakukannya hanya demi kesenangan saja.

Lihat aksi seru mereka pada Video dibawah ini:




foto: danielrubio, sean H, rageZ

(ADP)