Indonesia Juara di Gunpla Builders World Cup 2015

Para pemenang untuk kontes tahunan Gunpla Builders World Cup untuk tahun 2015 ini telah diumumkan di Gundam Front Tokyo pada 20 Desember lalu. Total sebanyak 13 negara berpartisipasi dalam kontes mewakili 24 entry yang masuk sebagai finalis. Kontes membangun dan mengkreasikan model plastic gundam ini dibuka untuk open course (usia 15 tahun keatas) dan junior course (dibawah 15 tahun).

Pemenang untuk peringkat ke-3 Gunpla Builders World Cup 2015 dari open course yakni Ho Yick Yin dari Malaysia dengan entry miliknya "Angel" dan dari junior course yakni Natcha Waiphimai dari Thailand dengan entry "Operation Desert Storm".

Peringkat ke-2 diduduki oleh Ng Wai Siu dari Hong Kong dengan entry "NIGHTINGALE (Long Distance Support Type)" dari Open Course dan Mei Hata dengan entry "The Last Shooting" untuk kelas Junior, Mei adalah finalis junior asal Jepang selama berturut-turut di ajang Gunpla Builder World Cup.


Selanjutnya, untuk peringkat pertama sekaligus pemenang Gunpla Builders World Cup 2015 adalah Vichayuth Eiam-Ong dari Thailand dengan entry "ANOTHER NIGHT LATE" di kelas terbuka dan Cornelius Caesar Widjaja dari Indonesia dengan entry “Build Fighter Season 3".

Selain para pemenang utama, dua penghargaan khusus juga diberikan dari sponsor acara. Yakni entry pemenang ke-2 dari Ng Siu Wai, NIGHTINGALE, memenangkan Penghargaan Char Exclusive Auris II. Dan entri dari Italia milik Riccardo Forni "RX 93 Gesshoku -Lunar Eclipse" yang memenangkan Gundam VISA Card Award.

Upacara ini diselenggarakan oleh model busana, Gundam otaku, dan penggemar anime Saya Ichikawa serta divisi hobi Bandai Katsumi Kawaguchi. Tuan rumah acara secara singkat berbicara tentang popularitas Gundam yang berkepanjangan dan anime terbaru, Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans. Ichikawa mengaku sedang kecanduan acara dan membeli model Gundam Barbatos terbaru dari pertunjukan. Kawaguchi memberikan komentar bahwa ia menyukai Grade Master jajaran produk terbaik dan ia ingin merilis Grade Master Barbatos di masa depan.

(ADP)