Kenchiku Soko: Museum Pertama Jepang untuk Maket Arsitektur

Memamerkan arsitektur selalu menjadi hal yang sulit. Meskipun terdapat pameran arsitektur regular bertema di museum dan galeri di sekitar Tokyo, itu akan menjadi rumit untuk membawa proyek untuk hidup sesuai rencana, model atau maket arsitektur dan video dipamerkan secara terpisah. Kebutuhan akan sebuah kenchiku soko, sebutan untuk depo arsitektur, semakin meningkat. Bagi para arsitek, mahasiswa atau mereka yang bergerak dibidang arsitektur dan bahkan untuk masyarakat umum tentunya melihat model asli yang dibuat oleh studio arsitektur terkemuka memberi manfaat, hiburan, membangkitkan ide dan kreatifitas.



Gudang Terrada, menjadi kenchiku soko pertama yang resmi akan dibuka sebagai museum model arsitektur pertama Jepang di Tokyo pada 18 Juni mendatang, terletak di daerah teluk dekat Tennozu Isle Station, rencana pembukaan depo arsitektur ini disambut gembira oleh para arsitek dan masyarakat umum di Jepang. Untuk dapat masuk kedalamnya, orang dewasa dikenakan biaya tiket sebesar 1000 yen, sedangkan untuk anak sekolahan setengah harga saja.

Kenchiku soko yang namanya masih tentatif ini lebih berfungsi sebagai gudang maket para arsitek Jepang dan rencananya akan memiliki total 116 rak dalam ruang yang sangat besar, yaitu sekitar 450m2 dengan ketinggian langit-langit 5.2m. Pameran menampilkan desain dan karya kesayangan dari beberapa arsitekt top Jepang, termasuk Wonderwall, Kengo Kuma, Juni Aoki, sampai pemenang Torafu Arsitek dan Pritzker Prize, Shigeru Ban sehingga nantinya kenchiku soko ini akan menjadi salah satu tujuan wisata di Jepang untuk mereka yang tertarik.

Informasi rak-rak yang terdapat didalam kenchiku soko ini akan dapat dilihat dengan mudah pada panel informasi dan QR code informasi yang dapat di download sehingga pengunjung dapat melihat informasi lengkap Gudang Terrada dari ponsel atau tablet mereka, seperti karir peserta, foto-foto dari situs arsitektur yang sebenarnya selesai dan rencana-rencana desain lainnya.

Depo yang lebih mirip museum ini juga akan berfungsi sebagai arsip arsitektur Jepang, dimana depo ini berbentuk seperti sebuah gudang penyimpanan besar model atau maket arsitektur untuk diwariskan kepada generasi mendatang.





foto: japantrends

(ADP)