Obrolan Seru anibee: Kenji Shimizu

Fotografi merupakan salah satu kegiatan yang banyak digemari orang diseluruh dunia. Mulai dari mereka yang melakukannya sebagai profesi, maupun mereka yang melakukannya sebagai kegiatan non-profesi di waktu senggang. Sebagai kegiatan non-profesi, fotografi berkembang pesat dengan dukungan internet dan perangkat smartphone yang terus meningkatkan kualitas camera feature-nya sehingga, meski tak memiliki kamera khusus, orang tetap dapat mengabadikan momen-momen yang ditemuinya dan memperlihatkan pada dunia melalui media-media sosial di internet, terutama media-media yang memang khusus untuk berbagi foto seperti Instagram, Flickr dan Tumblr.

Beberapa waktu lalu anibee sempat berbincang santai dengan seorang fotografer Jepang, Kenji Shimizu, Kenji yang menyimpan hasil-hasil karyanya di website pribadinya transcreative.jp dan pada akun Tumblr jnightscape. Kenji adalah contoh seorang fotografer non-profesi yang berhasil menarik perhatian banyak orang dari berbagai penjuru dunia. Ia mulai serius dengan kegiatan fotografi-nya sejak 3 tahun yang lalu saat ia memutuskan membeli perangkat kamera yang cukup professional untuk memotret.

Kenji yang tinggal di Kyoto dan sehari-hari bekerja secara professional sebagai translator untuk program sport di TV, video game dan mobile application ini tak membatasi diri pada object tertentu, ia mengabadikan beragam objek dalam berbagai momen menarik yang ditemuinya mulai dari pemandangan alam, skyline kota, torii sampai sebuah kapal laut. Namun dalam keragaman objek fotonya, ada benang merah dalam karya-karyanya yang terangkum dalam empat kata kunci : keindahan, ketenangan, keheningan dan kesendirian. Sedangkan pada akun Tumblr-nya yang kini telah memiliki lebih dari 20000 followers, ia mengabadikan Jepang di malam hari.

Dalam foto-foto karyanya, Kenji bercerita tentang negeri Sakura di kesunyian malam hari.


Their Quiet Drama


Dapatkah kamu membayangkan seorang samurai berjalan cepat dalam hening dalam foto “ancient sidewalk, Nara.”

Kenji yang mengagumi Hiroshi Sugimoto, seorang fotografer Jepang kawakan beraliran kontemporer ini berujar tentang perasaannya saat memotret di malam hari, “…Well, I always feel like WOW when I walk into the surroundings at the night time. The sceneries, the lights and shadows intertwine are just so beautiful. I just wanna capture the glimpse of that kind of beauty.”

Saat ditanya tips fotografi, penggemar Ramen ini dengan rendah hati menjawab, “Saya rasa saya belum pantas memberikan saran…tapi mungkin, selalu nikmati beragam karya seni, tak hanya fotografi, tapi juga lukisan, patung, media art, bahkan videogames! Karena saya percaya fotografi adalah tentang mata kita, how you see the world.

Lepas dari topic fotografi, saat ditanya mengenai stereotype di Jepang tentang orang Kyoto yang cenderung lebih halus, elegan dan sophisticated dibandingkan orang dari daerah lain di Jepang, Kyoto-ers ini berkomentar, “Saya pikir, secara garis besar stereotype tersebut benar. Orang Kyoto punya kebanggaan karena mereka bisa menjaga peninggalan masa lalu tetap indah.”

Hmm…ngobrol dengan Kenji sangat menarik. Ia seorang yang artistic dan humble. Kalau kamu ingin melihat lebih banyak karyanya atau mengenal Kenji lebih jauh, kamu bisa melihat foto-foto indahnya di Kenji Shimizu Website: http://transcreative.jp atau follow akun Tumblr-nya disini http://jnightscape.tumblr.com/ . Kenji juga menjual foto-foto karyanya di dalam bentuk framed https://www.inprnt.com/gallery/kenjishimizu
atau kamu bisa membelinya dalam bentuk lembaran tanpa frame https://500px.com/kenjishimizu14





(LAL