Demam Pokemon Go Netizen Tunda Tanggal Resmi Perilisan Game di Indonesia

Selama libur lebaran kemarin mungkin beberapa dari kita sudah menemukan update di timeline sosial media anda tentang game Pokemon Go, game interaktif salah satu serial franchise anime terbesar di Jepang dari Nintendo dan Niantic ini baru saja dirilis pada 6 Juli lalu di wilayah Australia dan Selandia Baru, disusul di Amerika keesokan harinya. dirilis di dua platform yang biasa digunakan untuk smartphone yakni iOS dan Android secara gratis. Di Indonesia?

Meski belum resmi dirilis di Indonesia, para gamer yang kemungkinan juga merupakan fans dari serial Pokemon yang tak sabar menunggu, mulai mendownload aplikasi tersebut dari berbagai sumber. Semakin banyak update-update orang yang bermain Pokemon Go di timeline media sosial, bagaimana mereka berhasil mendownload dan memainkan aplikasi game tersebut. bukan hanya anak-anak, mereka yang sibuk memainkan game malah mereka yang cenderung sudah dewasa (20 tahun keatas). ini mungkin disebabkan karena ketika serial Pokemon booming di Indonesia awal era 2000-an, mereka lah para fans yang selalu menantikan cerita pertualangan bersama monster itu di televisi.

Ini tidak hanya terjadi di Indonesia, begitupun di negara-negara yang belum mendapatkan tanggal resmi untuk perilisan game. Walhasil, server Pokemon Go tidak kuat menampung antusiasme para pemain yang begitu membludak. Dikatakan server seringkali mati dan membuat banyak pemain tidak dapat mengaksesnya. Masalah ini berangsur dapat diatasi oleh pengembang game, CEO Niantic menyatakan ‘sambil menunggu perbaikan server game Pokemon Go, perusahaan akan menahan perilisan game Pokemon Go di Indonesia dan beberapa negara lain’ ketika diwawancarai media.

Antusiasme besar sebelumnya memang sudah diperkirakan oleh perusahaan pengembang game, namun mereka tidak menyangka bakal sebesar ini. Game Pokemon Go memanfaatkan GPS dan kamera belakang smartphone untuk menangkap Pokemon virtual di berbagai lokasi. Di jalanan, kantor, rumah, dan tempat-tempat lainnya saat Pokemon dihadirkan secara augmented reality. Begitu hitsnya, anda mungkin tidak perlu heran ketika menemukan seorang yang asik sendiri menangkap monster-monster dari franchise pokemon dengan smartphone mereka dipinggir jalan, atau bahkan ketika bermacet-macetan di jalan ibukota.











(ADP)