Survey: Alasan Mengapa Orang Jepang Berhenti Bermain Pokemon Go


Telah lebih dari 10 minggu sejak game smartphone ‘Pokemon Go’ dirilis, dan kemudian menjadi begitu populer seluruh dunia. Animo untuk game saat ini masih sangat kuat, namun tak diragukan bahwa itu telah kehilangan sihir awalnya untuk beberapa pemain di berbagai negara saat ini. untuk itu, perusahaan riset pasar Jepang MMD (Mobile Marketing Data) Laboratories melakukan survei pada bulan lalu, dengan mewawancarai total 2.190 orang berusia antara 15 dan 69 mengenai kebiasaan mereka bermain game khususnya game Pokemon Go.

Awalnya, semua orang sampai ibu mereka memainkan game tersebut, sampai akhirnya survey ini dilakukan, 62,3% responden ditemukan tidak lagi memainkan permainan itu. Saat dipecah sesuai kategori usia, orang dengan usia 60 tahun keatas memiliki presentase terbesar responden yang tidak memainkan game secara keseluruhan, ini menyatakan presentasi pemain turun secara bertahap seiring kelompok usia. Sedangkan dari responden yang telah memainkan game, 24,2% dari mereka masih bermain pada saat mereka disurvei, sementara 13,5 % telah berhenti.


MMD meminta 825 pemain yang disurvei untuk menilai game Pokemon Go secara keseluruhan dengan skala nilai 1 sampai 10. Sebagian besar - hampir 20 persen dari mereka yang disurvei ,memberi 5-poin untuk permainan tersebut. Berikutnya Peringkat yang paling dipilih adalah 7 poin, yang diberikan oleh 17,2% dari mereka yang disurvei, dan kemudian 8 poin, yang diberikan oleh 13,7%.

Akhirnya, mereka yang disurvei mengatakan mereka bermain Pokemon GO pada satu titik tetapi telah berhenti bermain (295 dari 2.190 orang) diminta untuk memberikan alasan mengapa mereka berhenti memainkannya, tentu jawaban yang didapatkan beragam. Alasan utama, yang diberikan oleh 42% responden yakni konsumsi baterai yang berlebih. ini tentu menjadi keluhan yang kita dengar di kalangan teman-teman yang memainkan game tersebut. bahkan baterai cadangan atau power bank habis digunakan untuk itu.

Adapun alasan lain yang diberikan responden:

2. Tidak ada banyak yang harus dilakukan (pada permainan) di rumah - 38,3%

3. Pengulangan hal yang sama - 37,6%

4. Monster yang Muncul selalu sama - 31,5%

5. Bahaya bermain game sambil jalan - 23,4%

6. Tidak menemukan monster langka apapun- 21,4%

7. Merasa bermain game itu buang-buang waktu - 20,3%

8. Tidak mengerti letak kesenangan dari game - 17,3%

9. Tidak menemukan monster apapun - 16,6%

10. repot untuk menaikkan level - 16,6%

11. Tidak ada PokéStops terdekat - 13,6%

12. Tingkat monster di gym terlalu tinggi - 12,9%

13. Kehabisan Pokeballs - 5,4%

14. Tidak ada gym terdekat - 5,4%

15. Orang-orang yang saya kenal berhenti bermain - 2,4%

16. Lainnya - 12,5%

Apakah seperti itu? Bagi kalian yang berada di Indonesia dan memutuskan untuk berhenti memainkan Pokemon Go? atau kalian memiliki alasan lain untuk berhenti memainkan game dengan teknologi Augmented Reality tersebut? tuliskan alasanmu di kolom komentar yaa!





foto: wsj

(ADP)