Perusahaan Jepang ini Kirim Instruktur ke Rumah untuk Membuat Anda Lihai Bermain Game

Jepang merupakan negara yang peduli akan memaksimalkan kinerja akademik juga untuk memperoleh pengetahuan. oleh karenanya, begitu banyak orang yang bekerja sebagai tutor di negeri tersebut. Indonesia mungkin lebih mengenal profesi ini sebagai ‘guru privat’, di Jepang itu dikenal dengan sebutan ‘Katei Kyoshi’. Biasanya mereka dibutuhkan untuk membatu anak mempelajari pelajaran sekolah seperti matematika ataupun bahasa asing. Namun, bagaimana jika mereka di panggil ke rumah-rumah untuk membantu orang menjadi lebih lihai dalam bermain game??

Adalah ‘Youdeal’, sebuah perusahaan berbasis di Tokyo yang menawarkan berbagai layanan internet video dan PR, baru-baru ini mengumumkan bisnis baru mereka yaitu ‘GameLesson’. Seperti namanya, GameLesson menawarkan pelanggan instruksi untuk bagaimana menjadi hebat dalam bermain video game populer secara privat. Pada tahap awal, program akan menawarkan pelajaran untuk game Capcom ‘Street Fighter V’, Nintendo Wii U ’Super Smash Brothers’ dan ‘Splatoon’, dan permainan kartu dari Cygame ‘Shadowverse’.

Diantara instruktur yang ditawarkan GameLesson merupakan para pemain professional seperti: pemain Street Fighter V pro ‘Haitani’ dan spesialis Super Smash Brother ‘Abadango’.

Untuk harga akan bervariasi sesuai instruktur, mulaid dari 4.500 yen atau sekitar 550.000 rupiah untuk pelajaran secara online selama satu jam. Atau, pelanggan yang masih dalam jangkauan mereka dapat memilih untuk tutorial selaman dua jam di rumah dengan harga mulai dari 11.000 yen atau sekitar 1,3 juta rupiah.

Mulanya, ide membayar seseorang untuk mengajari anda bermain game awalnya memang tidak masuk akal, apalagi itu datang dengan harga yang tidak murah. Namun, saat GameLesson mempromosikan layanannya dengan slogan “Belajar dari Pemain Idolamu”, perusahaan tersebut tidak menyebutkan para staf mereka sebagai katei kyoshi di berbagai promo mereka. mungkin mereka lebih tepat dipanggil dengan ‘instruktur’, ‘mentor’, atau ‘guru’ melainkan ‘coach’ atau pelatih. Dari semua jasa pelatihan game yang ditawarkan perusahaan, mereka juga menawarkan mode yang kompetitif di mana para murid dapat bersaing dengan pemain lain, berbeda dengan musuh yang digerakkan oleh Ai atau komputer.

Dengan berfokus pada video game pemain-lawan-pemain yang kompetitif, yang memiliki sejumlah kesamaan dengan olahraga, GameLesson seolah-olah berusaha untuk memenuhi permintaan yang serupa dengan pelatihan olahraga misalnya. Jadi sementara layanan perusahaan cukup mewah dengan harga premium untuk dicocokkan, layanan itu mungkin akan hanya di gunakan oleh beberapa gamer, terutama yang lebih tua, yang mampu untuk menghabiskan uang tapi tidak waktu untuk mempelajari sendiri game-game tersebut.






foto: GameLesson

(ADP)