Buku Terbaru Haruki Murakami "Killing Commendatore" Laris Manis di Jepang

Minggu lalu, tepatnya Jumat (24/2), toko buku di Jepang diserbu oleh para fans Haruki Murakami, penulis buku asal Jepang yang karyanya telah mendunia, untuk mendapatkan buku karya terbaru dari sang penulis berjudul “Kishidancho Goroshi“ atau “Killing Commendatore”.

Adalah cerita dua bagian yang menceritakan kisah seorang pelukis berusia 36 tahun yang dicerai oleh istrinya, dan lalu ia pindah ke sebuah rumah tua di kaki gunung yang terletak di sebelah barat Tokyo. peristiwa-peristiwa misterius dalam kisah termasuk bertemu dengan tetangga dan menemukan sebuah lukisan, ikut andil dalam pemilihan judul untuk buku. Murakami sendiri telah menggambarkan itu sebagai sebuah cerita yang sangat aneh.

Para penggemar setia dari penulis yang karyanya sudah mendunia tersebut mengantri di luar toko pada malam peluncurannya. Menurut pihak penerbit buku, Shinchosha Publishing Co., ketersediaan buku untuk pasar di luar Jepang masih belum diketahui, belum ada pembicaraan rinci untuk terjemahan buku “Killing Commendatore” dalam bahasa Inggris atau lainnya.

Murakami yang kini berusia 68 tahun, biasanya menjauh dari pusat perhatian meskipun ia telah banyak berbicara tentang isu-isu perdamaian dan energi nuklir. Dia mulai menulis sambil menjalankan sebuah bar jazz di Tokyo setelah menyelesaikan kuliah. Novel romantis miliknya "Norwegian Wood" tahun 1987 adalah buku terlaris pertamanya yang membentuk dirinya sebagai bintang sastra muda.

Novel sebelumnya "Colorless Tsukuru Tazaki and His Years of Pilgrimage" dirilis di Jepang pada 2013, dan kumpulan cerita pendek "Men Without Women", diterbitkan pada tahun 2014. Buku terlaris milik Murakami lainnya "1Q84" diterbitkan pada tahun 2009, itu merupakan salah satu novel terpanjang karyanya, dengan edisi Jepang keluar dalam tiga jilid.

Peluncuran buku “Killing Commendatore” bertepatan dengan inisiatif pemerintah "Premium Friday" yang digerakkan untuk mendorong pekerja kantor pulang lebih awal di akhir pekan (Jumat). Sayangnya, penggemar di Hokkaido akan harus menunggu satu hari setelahnya untuk mendapatkan buku terbaru Murakami tersebut, hal tersebut terjadi karena kereta barang yang membawa kiriman mengalami kecelakaan, seperti yang dikatakan penerbit Shinchosha. Penerbit juga menambahkan, 1,3 juta eksemplar direncanakan untuk cetak dalam edisi pertama. Itu merupakan jumlah yang besar untuk karya sastra Jepang yang biasanya datang dalam beberapa ribu eksemplar saja.

Bagi fans Murakami diluar Jepang, kita nantikan saja ya buku “Killing Commendatore” diterjemahkan dan dirilis secara global..





foto: kyodonews

(ADP)