Dekotora, Truk Meriah Jepang yang Terlihat Seperti Transformer di Kehidupan Nyata

Jika anda mengira modifikasi kendaraan di Jepang menjadi suatu hal yang obesesif, tunggu sampai anda melihat yang satu ini. mereka benar-benar mencolok dan menarik secara visual, nampaknya penggemarnya menghabiskan banyak uang untuk hobi yang satu ini. perkenalkan subkultur Jepang di mana menghias truk menjadi suatu hal yang penting dalam skena yang dikenal dengan dengan nama ‘dekotora’ (decoration truck).

Dekotora adalah truk yang telah dimodifikasi flamboyan dengan berbagai hiasan dan terlihat seperti diskotek di atas roda. Diwaktu siang mereka akan terlihat seperti truk pada umumnya, namun ketika malam tiba, dekotora seakan menjadi lebih hidup (dengan hiasan dan lampu) dan beberapa orang menggambarkan mereka tampak seperti truk robot dari film ‘Transformer’ di kehidupan nyata.

Popularitas dekotora di Jepang terjadi karena film seri populer "Torakku Yaro" ("Truck Guys") yang tayan tahun 1970-an, di mana menampilkan supir truk yang mengendarai truk hias miliknya ke seluruh negeri. Itu Bukanlah hobi yang murah, Dalam beberapa kasus, pemilik truk menghabiskan bertahun-tahun untuk menghias kendaraan mereka dengan estetika DIY dan memakan biaya sampai 100.000 dollar dalam prosesnya. Dengan kustom grafis, lampu dan stiker, kustomisasi dekotora dianggap sebagai pengalaman spiritual bukan hanya sekedar hobi.

Sebagaimana pelaku hobi dekotora didominasi para penggemar hardcore, akan sangat jarang melihat truk kargo, dump truck, serta kendaraan besar lain yang didekorasi mencolok tersebut di jalan-jalan Jepang. Tapi bagi mereka yang menempatkan waktu, uang, dan mungkin sedikit jiwa mereka untuk kendaraan sehari-harinya, itu akan layak demi setiap uang yang dikeluarkan.

Tahun 2016 lalu, popularitas truk hias Jepang seakan diangkat kembali sebagaimana keunikan dekotora dimunculkan dalam video “Gucci Fall Winter 2016 campaign”, merek fashion terkenal dunia. Ini membuktikan bahwa kultur dekotora cukup dikenal luas di luar Jepang, sebagaimana banyak kru pertelevisian dari luar negeri sering datang untuk meliput mereka, seperti yang dikatakan oleh anggota Zenkoku Utamarokai, sebuah asosiasi nasional penggemar dekotora.

Dengan sejarah panjang 50 tahun dekotora, itu telah menjadi skena yang kurang terlihat dari budaya Jepang modern, dan tampilan yang tidak biasa dari individualitas dalam suatu masyarakat yang membanggakan diri pada kesesuaiannya.





foto: japspirit, japantimes, voyapon, youtube

(ADP)