Fidget Spinner Dilarang?! Tapi Terbukti Memberikan Manfaat Engga Sih?


Siapa yang tidak tahu permainan ter-asik tahun ini… ya… Fidget Spinner.

Entah kenapa permainan itu menjadi booming saat ini dan banyak dicari oleh anak-anak muda, atau mungkin anda juga membelinya? Banyak yang mengklaim adanya manfaat yang dihasilkan dari permainan ini. Namun apa saja manfaat dari fidget spinner itu sendiri?

Sebenarnya, fidget spinner dipasarkan untuk menghilangkan gangguan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), kegelisahan dan juga autism. Salah satu penjual di Amazon juga menjajikan, bahwa mainan ini akan memberikan konsentrasi yang lebih besar untuk orang-orang dengan kondisi tersebut. Bahkan mereka juga menambahkan, permainan ini dapat membangkitkan sisi kreatif pada diri anda.

Tapi siapa sangka, para ilmuwan pun menjawab bahwa klaim itu sangat berlebihan.

Bahkan Mark Rapport, seorang Clinical Psychologist di University of Central Florida mengatakan, penggunaan fidget spinner seperti menggunakan gadget itu sama saja seperti memberikan gangguan dibandingkan manfaat untuk penderita ADHD.


Tapi tahukah kalian bahwa ada beberapa sekolah yang melarang anak muridnya untuk menggunakan fidget spinner di sekolah?


Menurut para guru itu sangat mengganggu proses pembelajaran di kelas. Sekolah di Massachusetts, Brooklyn, New York, Florida, Chicago, Illinois, dan bahkan di Manchester, Inggris, melarang anak muridnya untuk menggunakan mainan tersebut dan melarang untuk menggunakannya di sekolah. Beruntunglah kalian yang ada di Indonesia.

Dilansir dari Washington Post, seorang terapis anak dari Cleveland, Claire Heffron, kecewa dengan larangan tersebut. Dia pun berharap bahwa fidget spinner ini disebut sebagai alat untuk penghilang kegelisahan, bukan mainan.


Lalu bagaimana dengan manfaat Fidget Spinner sendiri?

Tidak ada keraguan bahwa mainan akan memberikan manfaat kepada anak-anak autis. Terapis sendiri sering menggunakan mainan sensorik, seperti tactile discs, Koosh balls, dan tanah liat untuk menenangkan anak-anak yang memiliki masalah dengan pemrosesan sensorik. Penelitian juga menunjukkan bahwa mainan ini dapat membantu anak-anak dengan ADHD untuk lebih fokus. Jika anda menginginkan yang terbaik, biasanya anak-anak dengan ADHD terbiasa melakukan olahraga yang terbukti lebih bermanfaat.

Namun beberapa peneliti juga meragukan kemampuan fidget spinner dapat membantu anak-anak autis atau ADHD. Ini dikarenakan mainan itu tidak banyak membantu dan tidak memberikan gerakan banyak pada anak-anak tersebut. Bahkan fidget spinner bisa mengganggu secara visual, sehingga mata anak-anak tidak memperhatikan papan tulis atau pun guru.

Kini mainan tersebut semakin booming dan dicari, tinggal bagaimana para orang tua memberikan pembelajaran baik dengan bijak agar anak-anak menggunakan permainan tersebut dengan baik dan tidak mengganggu.


(Fa)

Source: livescience.com