Hentikan Makan Sebagai Pelampiasan Stress


Sumber Foto: prevention

Ketika kamu baru saja menyelesaikan sebuah tugas yang menghabiskan banyak energi mental, atau sekedar sedang berada dalam situasi stress, sebuah hal normal kalau kamu merasa ingin makan sesuatu yang enak dan memuaskan, karena sebenarnya bukan perutmu yang lapar tapi keadaan psikologimu yang melelahkan dan butuh untuk “dipuaskan”. Makanan memang bisa memuaskan mental, tapi bukankah makan walaupun tubuh tidak membutuhkannya akan jadi masalah baru? Beberapa cara ini mungkin bisa kamu renungi dan praktikkan.

Tombol 5 menit

Emotional eating cenderung bersifat otomatis dan tidak terkendali. Sebelum kamu menyadarinya, tiba-tiba kamu sudah memegang es krim atau kentang goreng yang gurih. Lain kali, kamu bisa menekan “tombol 5 menit” dalam imajinasi. Beri waktu 5 menit setelah keinginan beli makanan itu muncul. Dalam 5 menit kamu mungkin membuat keputusan baru, misalnya kamu lebih memilih untuk menelepon sahabatmu dan menceritakan situasi yang menyusahkanmu itu daripada menghantam paket burger sendirian.

Belajarlah untuk menerima perasaanmutermasuk perasaan buruk

Makan sebagai pelampiasan adalah reaksi karena kamu tidak punya kendali atas emosimu. Kamu merasa tidak mampu menghadapi perasaan-perasaan buruk, jadi kamu menghindari perasaan itu dengan makan.

Memberi ruang bagi emosi yang tidak menyenangkan memang terasa menakutkan. Wajar jika orang menghindari melakukan hal itu. Tapi kenyataannya, semakin kita tekan emosi kita, semakin sakit dan emosi itu semakin menekan kita dari dalam. Cobalah untuk menyadari keadaan dan jangan putuskan hubunganmu dengan realita. Alamilah pengalaman apapun. Hal ini bisa membantumu menghadapi stress dan menyembuhkan masalah emosi yang sering memicu makan berlebihan.


Sumber Foto: sharecare

Alternatif Dari Pelampiasan Dengan Makan


Sumber Foto: slate.com

Kalau kamu merasa kesepian, telepon seseorang yang membuatmu merasa lebih baik, main dengan kucing atau anjingmu, atau lihat foto yang merekam memori yang menyenangkan.

Kalau kamu cemas, habiskan energi kecemasan itu dengan mendengarkan lagu kesukaanmu dan menarilah sepuasnya, atau berjalanlah di luar, atau bahkan berlari beberapa menit.

Kalau kamu lelah, nyamankan dirimu dengan segelas the atau susu hangat, mandi dengan air hangat, lalu selimuti dirimu dan tidurlah.

Ingatlah bahwa emosi itu menghantam hanya sebentar, setelah itu kamu akan bisa mencari jalan keluar dan menenangkan dirimu. Jangan menyerah dengan hasrat untuk melampiaskan stress dengan makan berlebihan. (AOZ)