Percepat Penyembuhan Maag Dengan 3 Langkah

Menurut tinjauan organisasi kesehatan terbesar di dunia, WHO (World Health Organization) , Indonesia merupakan negara penderita maag yang masuk dalam negara teratas penderita maag di dunia, dan berada di urutan ke-3 setelah Amerika dan India. (Sumber: maggo )


Mitos yang mengatakan maag disebabkan oleh makanan pedas adalah salah. Maag disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) atau karena penggunaan obat-obatan penahan nyeri seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen. Makanan pedas dan stress bisa memperburuk kondisi penyakit maag. Seringnya, di Indonesia, maag tidak ditangani dengan baik dan “dibiarkan sampai sembuh sendiri” – yang mana tidak pernah terjadi. Percepat penyembuhan maag dengan langkah-langkah ini:

Kurangi Konsumsi Karbohidrat Olahan

Anda sebaiknya mengurangi atau berhenti sama sekali dalam mengkonsumsi karbohidrat (gula) olahan. Gula olahan adalah gula yang telah melalui berbagai proses sehingga menjadi lebih buruk bagi kesehatan anda. Misalnya, roti gandum lebih alami dan minim proses dibandingkan roti putih, gula batu dan gula merah lebih alami daripada gula putih apalagi gula bubuk. Gula olahan bisa menyebabkan kadar asam dalam perut terlalu tinggi, selain itu juga bisa menyebabkan infeksi Candida. Baca: Kecanduan Gula Tanda Infeksi Candida

Tambahkan Minyak

Tingkatkan konsumsi minyak tinggi omega-3 seperti minyak ikan dan minyak biji rami (flaxseed oil) yang terbukti bisa mempercepat penyembuhan pada pembengkakan. Kadar yang direkomendasikan adalah 1-2 sendok makan setiap hari.

Percepat Penyembuhan

Dua substansi alami aloe vera gel dan klorofil cair sudah terbukti efektif mempercepat penyembuhan maag. Jika anda mau membeli aloe vera gel, cari yang sepenuhnya aloe vera gel, bukan produk minuman dengan campuran aloe di dalamnya.

Sumber Foto: conaloe

Anda bisa menemukan aloe vera gel utuh di toko-toko organik dan toko kesehatan. Konsumsilah aloe vera gel 6-8 kali sehari dalam keadaan perut kosong. Terus lakukan kebiasaan ini bahkan ketika maag sudah tidak pernah kambuh. (AOZ)

Sumber: Dr.David Williams