Dissociative Identity Disorder, Kelainan Mental Ektrem Akibat Kenangan Buruk di Masa Kecil

Pernahkah anda melihat seseorang yang memiliki kepribadian ganda? Dan seperti apakah kepribadian ganda itu?

Admin Anibee News Update pernah menonton salah satu film garapan M. Night Syamalan, yang berjudul Split. Film ini menceritakan tentang penculikan 3 orang remaja yang diculik oleh seorang pria yang mengidap kepribadian ganda. Parahnya lagi, banyak pribadi yang ada pada dirinya dan sering kali mereka berganti-ganti kepribadian. Menjadi seorang designer, seorang wanita, anak kecil, bahkan ada beberapa kepribadian yang menguasai kepribadian lainnya sehingga jiwa sebenarnya terperangkap.

Dissociative Identity Disorder (DID) atau yang biasa disebut juga dengan Multiple Personality Disorder (MPD), adalah gangguan mental yang ditandai oleh setidaknya dua identitas yang berbeda bahkan lebih. Kepribadian itu akan secara bergantian menunjukkan eksistensinya, bisa dibedakan dengan perilaku disertai dengan gangguan memori yang tidak dijelaskan.


Penyebab Dissociative Identity Disorder (DID)

Penyebab kelainan mental ini masih diperdebatkan, namun ada kesimpulan yang diambil bahwa DID adalah reaksi terhadap trauma yang pernah dialami oleh penderitanya. Bisa jadi trauma ini didapati saat penderitanya dalam masa kanak-kanak. Mereka yang didiagnosis menderita DID mengatakan bahwa pernah mengalami pelecehan seksual, dan kekerasan, beberapa yang lainnya mengatakan karena menjalani suatu pengobatan yang serius.

Trauma seksual, fisik, atau trauma psikologis yang parah di masa kanak-kanak bisa menjadi alasan mengapa penyakit mental ini terjadi. Kesadaran, kenangan, dan emosi dari tindakan atau kejadian berbahaya yang menyebabkan trauma dikeluarkan menjadi kesadaran, dan kepribadian alternatif, atau subpersonalitas yang terbentuk dengan ingatan, emosi, dan perilaku yang berbeda.

DID disebabkan oleh tekanan atau kelekatan yang ekstrem dari keterikatan, dan kemungkinan ini karena penggunaan imajinasi mereka lebih besar sebagai bentuk penanganan. Pengalaman trauma ekstrem ini pun menjadi penyebab gangguan identitas. Hubungan spesifik antara kekerasan masa kanak-kanak, hingga kurangnya dukungan sosial dianggap sebagai komponen penting DID.

Kesimpulan yang diambil terkait dengan DID adalah ini merupakan hasil trauma masa kanak-kanak. Bisa dibayangkan jika seorang anak mendapatkan pelecehan seksual dan kekerasan yang memberikan efek serius dan seumur hidup.

Jika anda menemukan seseorang yang memiliki DID, jangan dijauhi, meskipun nantinya pribadi yang dia miliki akan berubah-ubah. Ada baiknya ada membawanya ke psikolog yang bisa membantu dan menyarankan untuk melakukan pengobatan atau melakukan terapi.


(Fa)

Source: Wikipedia.org, healthyplace.com