Gen Kanker Payudara Tidak Meningkatkan Risiko Kematian

YourStory

Wanita muda dengan gen mutasi BRCA (gen yang menghasilkan protein penekan tumor), yang mendorong pengagkatan payudara bintang hollywood Angelina Jolie, nampaknya tidak meningkatkan risiko kematian setelah terdiagnosis kanker payudara. Faktanya , justru mereka mungkin memiliki ‘keunggulan bertahan hidup’ dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki gen tersebut jika didiagnosis menderita kanker payudara triple-negatif, bentuk kanker payudara yang sangat sulit diobati. Hal ini dituluskan oleh tim peneliti dalam jurnal The Lancet Oncology, jurnal yang telah berkutat pada kanker sejak tahun 2000.

Dalam sebuah pernyataan penulis jurnal Diana Eccles dari University of Southampton mengatakan, "Wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara dini dan membawa gen mutasi BRCA sering ditawarkan mastektomi ganda segera setelah diagnosis atau pengobatan kemoterapi mereka dibandingkan dengan pengidap kanker non-mutasi. Temuan kami menunjukkan bahwa operasi ini tidak harus segera dilakukan bersamaan dengan pengobatan lainnya".

Menurut American Cancer Society, wanita dengan mutasi pada gen BRCA1 atau BRCA2 memiliki kesempatan tujuh kali dalam mendapatkan kanker payudara pada usia 80 tahun. Mereka juga lebih mungkin mendapatkannya pada usia lebih muda daripada wanita yang tidak membawa gen tersebut. Pada tahun 2013, bintang Hollywood Angelina Jolie mengumumkan bahwa dia telah membiarkan kedua payudaranya diangkat secara operasi sebagai tindakan pencegahan setelah tes menunjukkan bahwa dia membawa gen mutasi tersebut, walaupun belum didiagnosis menderita kanker.

Dalam studi baru, Eccles dan tim merekrut 2.733 wanita Inggris berusia 18-40 yang telah didiagnosis menderita kanker payudara antara tahun 2000 dan 2008. 12% persen wanita mengalami mutasi BRCA. Tim melacak catatan medis wanita untuk periode rata-rata lebih dari delapan tahun, dan menemukan bahwa 651 dari 678 kematian total disebabkan oleh kanker payudara. "Studi tersebut menemukan bahwa tidak ada perbedaan dalam kelangsungan hidup keseluruhan dua, lima atau sepuluh tahun setelah diagnosis untuk wanita dengan dan tanpa mutasi BRCA".

Dalam subkelompok wanita dengan kanker payudara triple-negatif, mereka yang memiliki mutasi BRCA memiliki tingkat ketahanan yang sedikit lebih tinggi untuk dua tahun pertama setelah diagnosis. dari temuan mereka, penulis menyarankan bahwa wanita dengan kanker payudara triple-negatif dan mutasi BRCA yang memilih untuk menunda operasi tambahan selama 1-2 tahun untuk pulih dari perawatan awal mereka harus diyakinkan bahwa ini tidak mungkin mempengaruhi efek jangka panjang mereka.Namun, operasi pengurangan risiko kemungkinan akan bermanfaat bagi pembawa mutasi BRCA untuk mencegah kanker payudara atau ovarium baru berkembang dalam jangka panjang.

Sementara hanya sekitar lima persen kanker payudara yang didiagnosis pada wanita berusia di bawah 40 tahun, mirisnya sebagian besar kematian yang diakibatkan kanker payudara masuk dalam kategori usia ini.